5 Pedoman Hidup dan 6 Perkara dengan 6 Cacat

Pada jaman dahulu,(dalam mimpi)………………. terdapat percakapan antara djukarna dengan seorang guru besar yang bernama Kong Cu demikian ceritanya :

djukarna bertanya : ” Guru Kong Cu , orang yang seperti apakah yang dapat dikatakan memiliki Cinta Kasih,?”

Guru Kong Cu menjawab: ” kalau orang dimanapun dapat melaksanakan lima pedoman itu, dia-lah dapat dinamai berperi cinta kasih”,. Yaitu kalau orang dapat berlaku Hormat, Lapang Hati, Dapat Dipercaya, Cekatan dan Murah Hati.

Orang yang Berlaku Hormat, niscaya tidak terhina.

Orang yang Lapang Hati , niscaya mendapat simpati umum.

Orang yang Dapat Dipercaya, niscaya mendapat kepercayaan orang.

Orang yang Cekatan, niscaya berhasil dalam pekerjaannya.

Orang yang Murah Hati, niscaya dituruti perintahnya.”

djukarna : “Oh,……… Jika kita berlaku hormat terhadap sesama kita, tentu saja orang lain juga akan bersikap hormat terhadap diri kita sehingga kita tidak akan mendapat cemooh atau hinaan dari orang lain. sebaliknya jika kita kurang ajar, sombong dan bongkak dalam berperilaku, maka orang di sekitar kita sudah pasti akan mencemooh dan menghina kita, baik secara terang-terangan atau di belakang kita. Dalam kehidupan bermasyarakat kita sering mendengar orang mem-bully orang lain, atau orang menghina orang lain karena tingkah laku orang tersebut tidak berkenan di masyarakat. Hal ini banyak disebabkan karena sikap orang tersebut yang mungkin bisa saja dinilai sombong, kurang ajar atau tidak sesuai dengan norma masyarakat di sekitarnya.

Lapang hati atau lapang dada dapat disamakan dengan bersikap sabar, menerima segala perkara dengan iklas dan tulus. Jika kita berlaku demikian, maka sudah pasti sesama kita akan memberikan simpati, bahkan mungkin saja bantuan. Jika mendapat masalah, terimalah dengan lapang hati, jika dihina orang terimalah dengan lapang hati, jika disusahkan orang terimalah dengan lapang hati, tentu saja orang lain yang melihat akan memberikan simpati.

Pedoman ke 3 dapat dipercaya. Orang yang dapat dipercaya adalah mereka yang bersikap jujur dalam berperilaku. Sudah pasti mereka yang jujur akan mendapatkan kepercayaan dari orang banyak, sebaiknya pembohong hanya akan dijauhi dan tidak dipercaya.

Mereka yang cekatan adalah mereka yang terampil dalam melakukan pekerjaannya, mereka yang terampil dalam melakukan pekerjaan sudah pasti akan berhasil dalam pekerjaannya. Terus bagaimana supaya dapat menjadi individu yang cekatan?, jawabannya hanya 1 belajar dan berlatih, fokus pada pekerjaan.

Mereka yang murah hati adalah mereka yang suka memberikan pertolongan tanpa mengharapkan imbalan. Mereka yang suka memberikan pertolongan dan murah hati, jika mendapatkan kesusahan sudah pasti akan mendapat pertolongan dari sesama. Terutama untuk pimpinan, pimpinan yang murah hati akan mendapatkan simpati dan hormat dari bawahannya sehingga apa saja yang menjadi perintah dari pimpinan tersebut pasti akan dilakukan dengan senang hati oleh bawahannya. Untuk hal terakhir ini banyak sekali contoh dalam kehidupan sehari-hari.”

Guru Kong Cu : ” kurang lebih seperti itulah,….. banyak contohnya dalam kehidupan sehari-hari kok”

djukarna : “guru,  setelah direnungkan, kok hal ini sangat cocok sekali untuk seorang pimpinan ya ?🙂 (mengingatkan saya akan seseorang boss) Intinya kalau sudah jadi pimpinan entah itu pimpinan universitas, fakultas, program studi, pabrik, gubenur, direktur, atau “pimpinan gengster” sekalipun, lakukanlah 5 pedoman ini. Pasti anak buahmu akan menurut, loyal dan setia. Jangan jadi pimpinan yang sombong, pelit, pembohong (biang PHP) dan Bego alias tidak cekatan.”

Guru Kong Cu : ” hehehehehehe begitulah,…………. Oke kita lanjutkan ceritanya”

Guru Kong Cu berkata : “dju,…. pernahkah engkau mendengar tentang enam perkara dengan enam cacatnya?”

djukarna menjawab: “belum guru,,….. apa itu ?.”

Guru Kong Cu : “duduklah, kuberi tahu kamu…………….

Orang yang suka Cinta Kasih tetapi tidak suka belajar, ia akan menanggung cacat : bodoh

Orang yang suka Kebijaksanaan tetapi tidak suka belajar, ia akan menanggung cacat : Kalut dalam pikiran alias galau

Orang yang suka sifat Dapat Dipercaya tetapi tidak suka belajar, ia akan menanggung cacat : menyusahkan diri sendiri

Orang yang suka Kejujuran tetapi tidak suka belajar, ia akan menanggung cacat : menyakiti hati orang lain

Orang yang suka Sifat Berani tetapi tidak suka belajar, ia akan menanggung cacat : mengacau

Orang yang suka akan Sifat Keras tetapi tidak suka belajar, ia akan menanggung cacat : ganas.”

djukarna : ” Guru jadi mereka yang suka akan cinta kasih harus tetap belajar tentang bagaimana melaksanakan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari ya?, kalau hanya cinta kasih saja tanpa berpikir tentu akan seperti orang bodoh ya?

Guru Kong Cu : ” iya, coba berikan contohnya !”

djukarna : ” misalnya seseorang yang melihat seorang pembunuh yang tertembak polisi tapi tidak mati dan melarikan diri minta tolong kepadanya, terus karena merasa kasihan tanpa berpikir, orang tersebut menolong dengan iklas dan menyembunyikan di rumahnya. Akhirnya ketika ketahuan oleh polisi si pembunuh ditangkap, dia (penolong) juga ikut ditangkap dengan tuduhan membantu pembunuh melarikan diri. Jika saja dia mau belajar, harusnya dia menolong menyelamatkan jiwa sang pembunuh dari luka tembaknya, sekaligus menyerahkan pembunuh tersebut kepada pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. tampak jelas kebodohan si penolong yang tidak mau berpikir. atau contoh lain, karena cinta dan kasihnya kepada seorang pria, seorang wanita mau melakukan apa saja untuk si pria tersebut tanpa mau belajar dan berpikir apakah itu baik atau tidak. Sampai suatu ketika sang pria pergi meninggalkan si wanita, tampak jelas kebodohan yang sudah dilakukan oleh sang wanita hanya karena cinta kasih tanpa mau berpikir.”

Guru Kong Cu : ” ya begitulah,….”

Dikutib dari kitab Shi Su, Sabda Suci jilid XVII : 5 dan 8, dimodifikasi dalam bentuk percakapan.

 

 

Posted on Oktober 29, 2016, in nasehat dari seloki arak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: