my memory

Nasehat dari my belove  father yang paling berkesan :

” Afat, sekolah hanya buat cadangan saja, orang tidak bisa kaya dengan sekolah dan bekerja untuk orang lain, karena dengan bekerja dengan orang lain sama saja dengan kamu menyuruh orang lain untuk menakar makanan mu. Kalau mau kaya kamu harus usaha sendiri, berdagang atau buat barang buat dijual. Tapi kalo belum punya modal ya sekolah itu modal kamu. Dengan sekolah dan bekerja sama orang kamu bisa belajar sambil mengumpulkan uang. begitu sudah siap jangan takut, berhenti dan buka usaha sendiri. Lihat engko2 di glodok yang jadi agen papa, mereka baca saja kerepotan apalagi punya SIM, tapi lihat diparkiran glodok, mana ada engko2 yang ke toko naik mobil reot, minimal kijang (waktu itu belum ada avansa : red). kalau kamu orang mau beli mercedes dan beli rumah di PIK jangan kerja sama orang tapi buka usaha sendiri. Papa gak punya banyak harta buat kamu buka usaha sendiri, makanya papa sekolahin kamu tinggi2 biar bisa kamu jadikan modal untuk buka usaha nanti.”

papa mohon maaf karena hingga saat ini ku belum bisa mewujudkan cita-cita papa. Dan masih menjadi penyesalan yang paling mendalam dan tidak dapat ku maafkan akan kesalahan ku waktu tidak bisa mendampingi papa hingga akhir hayat.

hingga sakit kanker hati mu sudah akut, kamu masih sempat menanyakan kapan aku sidang sarjana.

maka itu wisuda adalah puncak kesedihan ku karena tidak dapat mempersembahkan topi ceper untuk kamu. sebagai penyesalan ku, tidak ada foto wisuda yang ku simpan, semua ku buang entah ke mana dan tidak ada pendamping wisuda yang pantas karena pendamping sejati ku engkau papa, sudah tidak ada.

masih lekat di ingatan waktu kamu marah gara2 aku mendaftar ke pusat latihan penerbang curug, walaupun kamu tidak suka dengan tulus kamu menemani ku malam2 berangkat ke PLP curug untuk test penerbang dan kamu senang sekali waktu aku gagal jadi penerbang. Dan dengan semangat engkau mengantarkan aku ke uki dan mendaftarkan ke teknik mesin. kata mu waktu itu : ” jangan jadi sopir pesawat, tapi belajar mesin saja buat bikin pesawat, sekolah di uki saja karena murah dan didirikan oleh yap tian hien, masih satu marga sama kita”.

masih ingat engkau mengusaha kredit motor bebek F1ZR gara-gara melihat aku kecapekan pulang pergi uki – kapuk, harus nyambung bis 3 kali.

masih ingat kamu marah2 waktu tahu aku dekatin cewek, kata mu: ” kalo mau pacaran, kawin saja! gak usah kuliah, buang2 duit. kawin trus jaga toko. jadi papa bisa pulang bangka dan santai di sana “.

Engkau pernah bilang juga : ” perempuan itu Fat seperti racun, jangan sampai terikat dengan perempuan, karena kalo kamu udah terikat sama perempuan kamu gak bisa apa2 lagi sudah seperti kerbau yang dicolok hidungnya “ untuk yang satu ini, engkau benar sekali papa. oleh sebab itu tidak akan ada perempuan yang bisa mengikat ku, pa.

Engkau sangat menyayangi ku papa, bisa kurasakan itu walaupun caranya tidak enak.

masih ingat engkau bawa kayu rotan menyusul ku ke kolong yg lagi mancing sambil marah. ” kata kamu, fat kamu nekat mancing sendiri, mau mati dimakan buaya ya. kurang ajar gak bisa dibilangin”.

masih ingat ketika aku masih kecil merengek minta buku gambar, engkau dengan sabar menjelaskan kalo sedang tidak ada uang, kemudian mengambil kaus putih mu dan di jadikan alas buat aku gambar.

hhaaahhahahaha masih banyak lagi. terlambat sudah engkau sudah lama pergi dan aku tidak bisa membalas semua kebaikan mu. biar saja karma mu yang jadi pada ku……………………

 

 

Posted on Februari 7, 2014, in nasehat dari seloki arak. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Makasih sharenya. sangat menyentuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: