AVR Studio 4 dengan bahasa C

AVR studio adalah sebuah software Integrated Development Environment (IDE) yang dibuat oleh ATMEL untuk membuat aplikasi pemograman 8 bit pada mikrokontroller AVR. Pada dasarnya AVR studio 4 menggunakan bahasa pemograman Assembler. Bahasa Pemograman Assembler adalah bahasa tingkat rendah yang memiliki keunggulan tersendiri namun sulit untuk dipahami. Selain menggunakan bahasa pemograman Assembler, AVR Studio 4 juga dapat menggunakan bahasa C sebagai bahasa pemograman. Bahasa C adalah bahasa pemograman tingkat menengah yang lebih mudah untuk dipelajari bila dibandingkan dengan bahasa Assembler.

Untuk membuat program C dengan menggunakan AVR Studio 4, selain membutuhkan software AVR studio 4, kita juga membutuhkan include file yang terdapat di dalam program WinAVR. WinAVR adalah sebuah software opensource yang dibuat untuk memprogram mikrokontroller AVR yang bekerja pada sistem operasi windows.

Loh, kan udah ada WinAVR, kenapa mesti repot-repot pakai AVR Studio 4,?????. Nah itu pertanyaan yang paling mendasar, jawaban saya adalah, lebih mudah membuat program mikrokontroller dengan menggunakan AVR studio 4 dari pada menggunakan WinAVR, mengapa karena pada winAVR banyak sekali bagian yang harus di set-up, termasuk kita harus menyediakan makefile, dan sebagainya. Selain itu kita juga dapat langsung mensimulasikan program yang kita buat pada AVR Studio 4. AVR studio 4 juga dapat digunakan langsung untuk memindahkan hex-code ke mikrokontroller.

Untuk memperlajari pemograman mikrokontroller AVR dengan menggunakan AVR studio 4 kita membutuhkan beberapa software tambahan antara lain:

1. AVR Studio 4 yang dapat didownload secara gratis di : http://www.atmel.com/tools/STUDIOARCHIVE.aspx

2. Win AVR sebagai sumber include file dapat di download secara gratis di : http://sourceforge.net/projects/winavr/files/. Bila kita menggunakan bahasa Assembler, kita tidak membutuhkan WinAVR.

3. sebagai tambahan dan sebenarnya tidak terlalu diperlukan, sebuah software simulasi. Untuk percobaan ini saya menggunakan AVR simulation IDE yang di download demo programnya di : http://www.oshonsoft.com/downloadspage.php

Setelah ketiga software tersebut terinstall di komputer, maka kita siap untuk belajar pemograman mikrokontroller AVR dengan menggunakan AVR Studio 4.

Dalam pelajari ini, saya menggunakan mikrokontroller ATMega 8 dengan clock eksternal yang diberikan oleh sebuah kristal dengan frekuensi 4 MHz. Berikut langkah-langkahnya.

1. Pada komputer, klik start – program – Atmel AVR Tools – AVR Studio 4, maka akan muncul jendela seperti pada gambar 1. Pada jendela Wellcome to AVR Studio 4, klik tombol new project.

Gambar 1

2. Maka akan muncul jendela seperti gambar 2, pada jendela ini ada 2 pilihan yaitu, bila kita ingin membuat program dalam bahasa Assembler, maka pilih ATMEL AVR Assembler dan bila kita ingin membuat program dalam bahasa C, maka pilih AVR GCC yang ada gambar kepala kerbaušŸ™‚. Dalam pelajaran ini kita pilih yang ada gambar kepala kerbaunya.

Gambar 2

Setelah kita klik AVR GCC, maka kotak project name dapat kita ketik. pada kotak ini ketik nama project anda. kemudian pada bagian location, klik seperti gambar 3 maka akanĀ  muncul kotak dialog seperti pada gambar 4.

Gambar 3

Kotak dialog pada gambar 4 berfungsi untuk menentukan di folder mana file-file hasil pemograman akan disimpan. Sebaiknya untuk memudahkan kita mencari kembali program dan hasil HEX-CODE yang sudah kita buat, maka simpanlah dalam folder-folder tertentu.

Setelah itu, klik tombol next.

Gambar 4

3. Setelah tombol next diklik, maka akan muncul jendela dialog seperti pada gambar 5. Fungsi jendela ini adalah untuk memilih tipe IC mikrokontroller dan tipe debug platform yang akan kita gunakan. Dalam pelajaran ini pilihlah AVR simulator dan Device ATmega8. Setelah itu klik tombol Finish.

Gambar 5

4. Maka jendela utama AVR Studio 4 muncul seperti pada gambar 6. Pada jendela utama ini ada Menu, toolbar, jendela program, IO view, Root AVR GCC dan jendela built.

Gambar 6

Pada menu file, terdapat menu-menu umum seperti new, open save, save as dan sebagainya. Dapat dilihat seperti pada gambar no 7.

GambarĀ  7

Pada meni Project terdapat menu-menu untuk membuat project baru, menutup project atau menyimpan project. Lihat gambar 8

Gambar 8

Menu built berisikan menu-menu untuk mengkompile program dari bahasa C menjadi hex-code. Hex-code ini yang nantinya akan di”burn” ke IC. Isi menu built dapat dilihat seperti pada gambar 9.

Gambar 9

Menu Edit pada AVR Studio 4 sama seperti pada menu software-sotware lainnya, berisikan cut, copy, paste dan sebagainya. Lohat pada Gambar 10.

Gambar 10

Menu View berisikan menu-menu untuk melihat tampilan software AVR Studio 4.

Gambar 11

Menu Tool merupakan menu yang penting, pada menu ini terdapat pilihan untuk memindahkan hex-code ke IC. PadaĀ  bagian yang lain saya akan membahas lebih mendalam tentang proses “burning” IC mikrokontroller AVR dengan menggunakan AVR studio 4 yang murah dan meriah.

Gambar 12

Menu Debug, digunakan untuk menguji program yang sudah kita buat.

Gambar 13

Menu Windows, digunakan untuk melihat dan mengatur tampilan jendela AVR Studio 4.

Gambar 14

Yang terakhir adalah menu Help, sudah tahulah ya fungsi help……………….šŸ™‚

Gambar 15

Selain menu juga terdapat toolbar, tool bar ini berisikan perintah yang sama dengan yang ada di dalam menu. Fungsi Toolbar hanya untuk mempermudah pekerjaan saja.

Jendela program adalah tempat dimana kita mengetik kode-kode dalam bahasa C untuk membuat program mikrokontroller. Bahasa C untuk memprogram mikrokontroller, agak sedikit berbeda dibandingkan dengan bahasa C secara umum. Untuk memprogram mikrokontroller kita akan lebih banyak bermain di IO (input-output), loop, dan setting beberapa parameter yang terdapat di dalam mikrokontroller. Pada Kesempatan berikutnya akan saya bahas satu-persatu.

Sebelum kita mulai membuat code bahasa C, terlebih dahulu kita harus mensetting AVR Studio 4 supaya pada saat dikompile tidak terjadi error. Dari menu Project, pilihlah configuration option, maka akan muncul kotak dialog seperti pada gambar16 berikut ini.

Dari kolom sebelah kiri pilihlah General, kemudian dalam kotak frekuensi, ketik frekuensi kristal yang akan kita gunakan. Untuk ATmega 8 dapat menggunakan kristel clock dari 1 MHz hingga 16 Mhz. Dalam kesempatan ini saya menggunakan kristal 4 MHz.

Gambar 16

Kemudian pada kolom sebelah kiri, pilih include directory. Nah ini dia yang paling penting!!!!……, setelah muncul jendela seperti pada gambar 17, klik seperti angka 2 dan angka1, maka akan muncul kotak dialog seperti pada gambar 18.

Gambar 17

Pada kotak dialog browse for folder, carilah dimana kita menginstall WinAVR. Umumnya WinAVR akan diinstall di direktori C:. kemudian buka folder avr dan pilih include dan klik OK. maka akan muncul jendela seperti gambar 19.

Gambar 18

Gambar 19

Nah, sekarang AVR Studio 4 sudah siap untuk digunakan membuat program mikrokontroller AVR dalam bahasa C. Untuk mencobanya, buatlah program sederhana seperti pada gambar 20. Program dalam gambar 20 ini akan membuat semua lampu yang terhubung di portC mikrokontroller berkedip dengan jedah waktu 10 milidetik. Untuk percobaan ini kita tidak akan menggunakan perangkat hardware untuk mencobannya, tetapi menggunakan software simulasi (AVR simulation IDE).

berikut code programnya :

#include <avr/io.h>

#include<util/delay.h>

int main (void)

{

while(1)

{DDRC = 0xFF;

Ā  PORTC = ~PORTC;

Ā  -delay-ms(10);

}

}

Setelah itu, save program dan pilih built – built(F7) atau dapat langsung menekan tombol F7. Bila tidak ada kesalahan dalam penulisan kode program, maka dalam jendela built akan terdapat pesan “built successed with 0 warning..”.

File hex-code hasil built dapat dilihat dalam folder dimana kita menyimpan program. File ini dapat dilihat isinya dengan menggunakan notepad, namun jangan sekali-sekali mengubah satu angka atau huruf dari kode-kode yang terdapat di dalamnya. Karena akan merusak file hex-code secara keseluruhan. File hex-code ini yang nantinya akan kita “burn” ke IC. Dalam kesempatan ini file hex-code ini akan kita simulasikan dengan menggunakan AVR simulatioion IDE.

Gambar 20

JalankanĀ  program AVR simulation IDE dengan mengklik start – program – AVR simulator IDE – AVR Simulator IDE. Maka akan muncul jendela seperti pada gambar 21. Pilih jenis IC mikrokontroller yang kita gunakan dan isi clock frekuensi yang kita gunakan seperti pada gambar 21.

Gambar 21

Kemudian download hex-code dengan mengklik file –Ā  load program, maka akan muncul jendela select program file.

Melalui jendela ini carilah dimana file hex-code kita berada dan kemudian klik open.

Gambar 22

Sebelum menjalankan simulasi, terlebih dahulu tampilkan mikrokontroller dengan memilih tool – microcontroller View. maka akan muncul jendela seperti pada gambar 24. Selanjutnya mulailah menjalankan program dengan mengklik simulation – start1.

Gambar 23

Gambar 24

Hasil simulasinya dapat dilihat seperti pada video youtube berikut. Untuk mempercepat prosesnya, kita dapat mengatur langkah-langkah simulasi di menu rate.

OK selamat mencoba.

Posted on Mei 30, 2012, in AVR and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. ijin nyimak buat referensi gan, thanks infonyašŸ˜€
    keep sharing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: