Jalan-Jalan murah ke pulau Untung Jawa di kepulauan seribu

Sabtu, 14 April 2012

Beberapa hari sebelumnya, teman sesama dosen mengajak saya untuk ikut ke pulau pramuka di kepulauan seribu. Tawaran yang sangat menarik, tetapi karena kondisi keuangan yang sangat memprihatinkan, maka dengan berat hati terpaksa tawaran tersebut ditolak. Menolak tawaran yang sangat mengiurkan, tentu saja menimbulkan perasaan yang sangat tidak enak, apalagi membayangkan pulau pramuka yang indah lengkap dengan tempat penangkaran penyunya. Untuk mengobati rasa tidak enak ini, maka saya memutuskan untuk pergi mancing di bagan ikan saja di tanjung pasir.

Sabtu pagi saya terbangun jam 4.30 pagi karena azan subuh yang dikumandangkan di masjid di komplek perumahan. Namun karena mata masih sangat mengantuk, akhirnya tidur pun dilanjutkan dengan niat untuk bangun jam 5.30. Namun ternyata saya terbangun pukul 9.00, itupun berkat teriakan tukang sampah yang menagih iuran bulanannya.

Semua rencana mancing di bagan bubar total, tapi semangat untuk jalan-jalan tetap ada. Jalan-jalan yang dimaksudkan bukan jalan-jalan seperti yang biasa dilakukan orang-orang di mall, karena bagi saya itu merupakan hal yang paling membosankan. Rekreasi yang paling menarik adalah pergi ke laut dan melempar pancing (mancing). Cuma dengan uang yang lagi pas-pasan sangat berat rasanya untuk bisa pergi mancing ke tempat yang sudah pasti ada ikannya seperti kolam pemancingan (maaf di sini bukan kolam pemancingan air tawar, tapi empang bandeng dan kakap.) Buat mancing di empang bandeng kita harus siap dengan dana minimal sebesar Rp 100.000,- karena paling sedikit kita bisa menarik ikan sebanyak 2 kg bandeng yang harga per kgnya mencapai 25000 – 30.000, bayangkan kalo lagi asyik-asyiknya mancing tanpa kita sadari kita sudah menarik 5 kg bandeng, berapa rupiah yang harus di bayar, trus ikan bandeng sebanyak itu mau diapakan? hehehehehe. Apalagi kalo ikan kakap putih, wah….. kelas orang kaya, perkilonya paling murah 80.000,-.

Kenapa gak mancing di kolam ikan mas atau bawal saja, jawabannya sederhana tidak menarik karena ikan air tawar gede badannya doang, tapi perlawanannya tidak ada. hehehehehe, belum lagi di kolam-kolam ikan galatama erat hubungannya dengan pasar taruhan (judi) + asap rokok + pembicaraan yang tidak sehat. Akhirnya setelah berhitung dengan dana, maka diputuskan untuk jalan-jalan ke pulau Untung Jawa, disini tempat yang biasanya saya memancing dan makan ikan bakar. hampir tiap sabtu bila tidak ada acara pasti saya datang ke pulau ini sekedar untuk mancing atau bersantai, tapi karena hari ini sedang tidak ada uang, maka makan ikan bakarnya di tunda dulu.

Sekilas tentang pulau Untung Jawa

Pulau Untung Jawa merupakan salah satu dari pulau yang berpenduduk yang berada di gugusan kepulauan seribu Jakarta (padahal lebih dekat dari tangerang). Di pulau ini ada 4 buah dermaga, yang pertama dermaga barat. Dermaga barat menjadi pusat turun naiknya penumpang dari dan ke pantai tanjung pasir di Tangerang. Dermaga barat ini kondisinya cukup bagus.  Kedua dermaga tengah yang kecil, dermaga ini menjadi tempat singgah bagi kapal-kapal dari ancol dan muara karang.  Yang ketiga dermaga tengah yang besar, yang menjadi tempat sandar kapal ukuran besar, karena dermaga ini memiliki air yang cukup dalam. Terakhir dan paling sepi dermaga timur. dermaga timur ini hanya digunakan pada saat musim barat ( bulan yang berakhiran -ber), karena posisinya yang terletak dibagian timur pulau maka dermaga ini terlindung dari angin barat yang kencang. Namun karena dermaga ini jarang digunakan, kondisinya sudah memprihatinkan. Berikut peta pulau untung jawa dan posisinya di gugusan pulau seribu.

Gambar 1 posisi pulau untung jawa di kepulauan seribu

Gambar 2 posisi pulau untung jawa, pulau rambut dan pantai tanjung pasir

Gambar 3 peta pulau Untung Jawa

Pulau Untung Jawa juga merupakan pulau yang paling dekat dengan pulau jawa. Pulau ini bisa diakses melalui pelabuhan rakyat muara karang di Jakarta Utara atau bisa juga di akses melalui Pantai Tanjung Pasir (Tanjung 88) di Tangerang banten. Bila anda hendak ke pulau ini melalui muara karang, maka anda dapat menumpang kapal-kapal yang hendak berangkat ke pulau pramuka atau pulau tidung. Biasanya kapal-kapal ini akan singgah sebentar di pulau untung jawa untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Atau bila anda termasuk jenis orang yang perlente bisa menumpang kapal kerapu milik pemda DKI dari pelabuhan muara karang. (kalo saya tidak suka dengan kapal kerapu karena terlalu mewah, hehehehehe, seni berlayarnya sudah hilang). Tetapi pulau Untung Jawa akan lebih mudah diakses dari tangerang yaitu dari pantai tanjung pasir (tanjung 88). Dari pantai tanjung pasir tersedia kapal ojek dari jam 4 pagi hingga jam 19.00 malam (kalo hari libur), atau bisa juga menumpang kapal motor yang agak besar (mereka sering menyebutnya kapal feri). Jangan takut calo karena semua kapal ojek dan kapal feri memiliki harga yang sama yaitu Rp 20.000,- PP atau Rp 10.000 sekali jalan. Cuma kadang-kadang bila mereka melihat wajah-wajah baru, maka harga akan naik sedikit, tapi paling mahal ya Rp 30.000 PP. Bila anda sering ke pulau ini tidak menutup kemungkinan bisa gratis hehehehehehehe. Nah bagaimana bisa gratis?, ikuti cerita berikut ini.

Pukul 10.30 hingga pukul 13.00 WIB

Pukul 10.30 Berangkat dari rumah, tidak lupa untuk singgah ke Pom Bensin untuk isi bensin Rp, 10.000,- buat motor bebek matic ku (Vixion sedang sakit). Setalah motor mendapat jatah makan yang cukup, perjalanan dilanjutkan ke rumah makan mie bangka terdekat, dan seporsi ayam goreng kremes pun terhidang dengan ongkos Rp, 13,000, plus teh tawar (gak masuk hitungan ya).

Setelah semua siap, tepat pukul 11.30 langsung tancap gas ke pantai tanjung pasir. Perjalanan dari Citra raya ke bandara SoeTa dilewati dengan lancar, setelah masuk ke jalan yang menuju ke Desa Dragon Bay (Teluk Naga)🙂 , mulai macet timbul di sana-sini, bukan karena lalu-lintas yang padat, tetapi karena sekarang lagi musim kawin, dari lepas bandara sampai teluk naga, penulis menghitung ada hampir 10 titik tempat resepsi pernikahan yang dibangun dipinggir jalan hal ini yang menyebabkan lalu-lintas tersendat. Setelah melewati Desa Teluk Naga, motor pun berbelok ke kanan masuk ke jalan yang menuju pantai tanjung pasir. Jalan di sini cukup baik dan lancar, sehingga motor bisa dipacu maksimum.Tepat di dekat empang bandeng, singgah sebentar untuk beli udang buat umpan (Rp 5000). Pukul 12.30 sampailah di Kawasan pantai tanjung pasir, karena hati masih penasaran, maka saya singgah sebentar ke warung Bang Hasan (dekat depo pertamina di pelelangan ikan tanjung pasir) untuk mengecek apakah beliau sudah pergi ke bagan atau belum, dan ternyata perkiraan saya tepat, beliau sudah pergi ke bagan ikan. Akhirnya perjalanan dilanjutkan ke pantai tanjung 88 tempat kapal-kapal penyeberangan ke pulau Untung Jawa bersandar. Ongkos masuk ke pantai dan parkir motor Rp, 10.000,- (catatan : parkir di sini cukup aman dan motor bisa ditinggal menginap berhari-hari). berikut foto pantai tanjung 88.

Gambar 4 pantai Tanjung 88 di Tanjung pasir Tengerang, Banten

Ternyata, pantai ini sedang sepi dari pengunjung, atau mungkin karena saya yang datang kesiangan. Setelah berputar-putar sebentar akhirnya ketemu dengan pemilik kapal makmur jaya. Kapal ini merupakan kapal penyeberangan yang cukup besar (biasanya disebut feri), biasanya digunakan oleh penduduk pulau untung jawa untuk membawa barang belanjaan dari pulau Jawa ke pulau Untung Jawa. Ketika sedang asyik berbengong-bengong ria di pinggir pantai sambil menunggu muatan kapal penuh, tiba-tiba ada seorang ibu yang datang dengan menumpang becak motor membawa banyak sekali bahan sembako. Dengan senang hati saya membantu memuat barang-barang sembako milik ibu ini ke atas kapal. Namun kapal masih kosong dari penumpang, hanya ada saya, ibu yang bawa sembako dan 2 orang bapak-bapak, wah, alamat nunggu lama nih. Namun pertolongan segera datang, tiba-tiba datang rombongan bikers langsung ikut naik ke kapal sehingga kapal yang tadinya kosong sekarang menjadi overload, hehehehehehe, kondisi overload ini sudah biasa di sini. Karena penumpang sudah penuh, maka kapal pun langsung berangkat dengan sedikit insiden baling-baling kapal nyangkut karung bekas. kurang lebih 30 menit, sampailah kapal di dermaga barat pulau untung jawa. nah, keberuntungan kembali berpihak, ternyata ongkos kapal saya sudah dibayar lunas sama ibu-ibu yang bawa sembako tadi, lumanyan hemat Rp, 10.000,-.

.

Gambar 5 geladak kapal Makmur Jaya, salah satu kapal motor yang melayani rute Tanjung Pasir – pulau Untung Jawa PP

Pada gambar 5 terlihat geladak depan kapal penuh dengan sembako, plus 3 sepeda motor (red: sepeda motornya belum dinaikkan).

Gambar 6 kondisi laut di tanjung pasir

Kondisi laut di pantai tanjung pasir ini berair keruh, namun disini terkenal banyak ikan parinya. Tampak pada latar gambar 6 pulau rambut yang merupakan pulau konservasi alam yang banyak dihuni oleh kawanan burung dan biawak. Pulau ini sering disebut sebagai kerajaan burung. Penulis memiliki pengalaman yang kurang enak dengan pulau ini karena pernah ketinggalan kapal sehingga harus menginap sendirian selama 1 malam dengan ditemani oleh suara-suara burung dan makluk-makluk malam lainnya. Tip : untuk mencapai pulau ini bisa ditempuh dengan menyewa perahu kecil dari pulau untung jawa tapi JANGAN LUPA untuk meminta no hp pemilik perahu, supaya anda bisa mengingatkan pemilik perahu kapan harus menjemput anda kembali. Untuk masuk ke pulau ini kita harus melapor dulu ke pos jaga dan membayar restribusi (lupa berapa harganya).

Gambar 7 kapal berlayar ke pulau untung jawa

Gambar 8 kapal mendekati pulau Untung Jawa

Kurang lebih pukul 13.00 WIB kapal merapat ke dermaga barat pulau untung jawa.

Pukul 13.00 – 15.00 WIB

Setelah menginjakkan kaki di dermaga, jalan-jalan pun dimulai. Pertama-tama saya menjelajah ke arah timur. Setelah berjalan melewati pantai yang terletak di antara dermaga barat dan dermaga tengah kecil, saya sampai di dermaga tengah besar. Pantai pulau Untung Jawa masih bisa digunakan untuk berenang, cuma air yang bagus umumnya pada bulan agustus hingga bulan oktober, pada saat sekarang air berwarna hijau kecoklatan, mungkin akibat arus yang membawa air kotor dari arah jakarta. sampah-sampah plastik yang berasal dari luar pulau pun sering terlihat di perairan sekitar pantai. Hati-hati bila hendak berenang di pantai di pulau untung jawa, karena di beberapa bagian pantai masih banyak dijumpai kawanan bulu babi. Hewan laut ini tidak menyengat tetapi badannya dipenuhi oleh duri-duri berwarna hitam yang sangat tajam dan mengandung racun. Penawar racun bulu babi yang baik adalah amoniak, namun bila kondisi darurat dan tidak terdapat amoniak, biasanya orang sering menggunakan air kencing.

Kondisi air di dermaga besar ini sangat tenang, cuma air berwarna hijau ke coklatan. Tidak ada seorang pun yang memancing di sini. Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke arah timur lagi. setelah berjalan selama beberapa menit, saya sampai di dermaga timur. Kondisi dermaga timur masih sama seperti sebelumnya, di mana banyak papan yang sudah terlepas, jembatan yang menuju tengah dermaga sudah miring. Air di dermaga ini sangat bersih, banyak sekali ikan-ikan kecil yang berenang hilir mudik disekitar tiang-tiang dermaga. Hanya ada seorang bapak-bapak yang sedang memancing ikan (lihat gambar 11).  Saya memutuskan untuk mencoba memancing di sini. peralatan mancing pun disiapkan, ternyata benar ikan menyambar umpan dengan ganas, tetapi karena ikannya kecil-kecil tidak sebanding dengan ukuran kait pancing maka tidak ada satu pun ikan yang tersangkut dipancing.

Sedang asyik-asyiknya memancing, datanglah serombongan anak-anak lebai Ibukota jakarta. Dengan mirip artis, foto sini dan foto sana, tadi saya kira hanya sekedar numpang foto, ternyata mereka malah jadi betah untuk berlama-lama di dermaga, dan yang lebih mengganggu lagi ada yang bawa tape rekoder dan memasang musik dengan nyaringnya di dermaga, wah ketenangan dirusak oleh suara hingar-bingar musik. Akhirnya setelah mencoba bertahan, saya menyerah, beres-beres alat pancing dan pergi dari dermaga dengan perasaan dongkol. (kalo mau dugem ya jangan di dekat orang mancing dong, cari tempat lain, biasanya orang mancing itu mencari ketenangan batin, hehehehehe).

Gambar 9 Mercusuar sisi timur pulau Untung Jawa

Gambar 10 Dermaga timur pulau Untung Jawa

Gambar 11 dermaga timur, tempat mancing yang ideal

Dari dermaga timur perjalanan dilanjutkan ke arah timur pulau, hanya berjalan beberapa meter sampailah saya di galangan kapal nelayan. Sangat menarik untuk memperhatikan mereka membuat kapal. Tanpa mengenal gambar teknik, mereka bisa membuat kapal motor kayu ukuran besar. Walaupun ini galangan kapal, namun suasananya sangat tenang, hanya terdengar sesekali suara mesin bor dan pukulan palu pada kayu kapal. Puas melihat-lihat proses pembuatan perahu, saya melanjutkan perjalanan ke arah pantai di sisi timur. Kondisi pantai di sisi timur sangat sepi hanya ada 2 atau 3 pasangan yang sedang memadu kasih di tepi pantai, emhhhhhh memang suasananya romantis sekali. Hanya saja sangat disayangkan pantai sisi timur ini tidak terawat dengan baik, banyak sekali sampah plastik dan kayu yang bertebaran di tepi pantai akibat dibawah oleh air laut.

Pantai timur ini airnya sangat bersih dan tidak ada bulu babi, namun masih banyak ditumbuhi oleh rumput laut dan banyak terdapat karang dan batuan yang tajam, sehingga bila hendak berenang di sini harus hati-hati.

Gambar 12 homebase kapal dan bengkel kapal di sisi timur pulau Untung Jawa

Gambar 13 pantai sisi timur pulau Untung Jawa

Gambar 14 pantai timur pulau Untung Jawa

Gambar 15 pantai sisi timur pulau Untung Jawa dekat galangan kapal

Pukul 15.00 hingga pukul 17.30 WIB

Puas berjalan-jalan di sisi timur pulau, saya pun kembali ke dermaga barat. perjalanan pulang ini tidak melewati tepi pantai tapi melewati kawasan hunian penduduk. Perkampungan terlihat sepi, hanya ada beberapa warung saja yang buka, mungkin karena masih hari sabtu sehingga sepi dari pengunjung. setelah berjalan selama 30 menit, akhirnya saya sampai kembali ke dermaga barat. Kemudian saya memutuskan untuk pergi ke lokasi favorit untuk mancing yaitu di penahan ombak sisi barat pulau. penahan ombak ini berupa satu jalur beton yang dibangun di tepi pantai yang memilik lebar 1,5 meter dan pajang hampir 200 meter. Mancing di penahan ombak ini kadang-kadang kita akan mendapatkan bonus berupa mandi air laut gratis, terutama bila ada kapal besar yang lewat. Ikan di penahan ombak ini cukup beragam dari ikan-ikan hias kecil hingga ikan konsumsi seperti ikan tanda-tanda pada gambar 18.

Ternyata air laut dalam kondisi pasang naik, biasanya pada kondisi pasang naik, ikan akan sangat rakus menyambar umpan. Benar saja, baru memasang umpan langsung disambar oleh ikan kerong-kerong. tapi karena ukuran yang masih kecil terpaksa dilepas kembali ke air. Beberapa ekor ikan pun berhasil ditangkap dan masuk ke kantong jaring. Ketika sedang asyik-asyiknya memancing, kembali gangguan datang. Sebuah kapal Yact putih ukuran besar (milik orang kaya Jakarta, hehehehehe) seenaknya lewat dengan kencang pada jarak kurang dari 200 meter dari pantai. akibatnya ombak besar bergulung-gulung menerjang penahan ombak dan mandi gratis pun tidak dapat dihindari. Rasa hati sangat dongkol, kalo seandainya Nahkodanya dapat ku pegang, pasti ku jadikan umpan ikan. Mestinya dia (sang nahkoda) tahu aturan kalo melintasi dekat pantai tidak boleh sekencang itu, karena akan merusak perairan pantai.

Hasil mancing adalah 5 ekor tanda-tanda (dibawa pulang buat digoreng) dan 4 ekor kerong-kerong dilepas lagi ke laut, karena tidak bisa dikonsumsi. Ada juga seekor rajungan betina yang nyangkut di pancing, tapi sayang ukurannya masih kecil jadi terpaksa dilepas lagi, kalo saja ukurannya lebih besar sedikit sudah pasti aku rebus. hehehehehehe.

Gambar 16 rajungan tersangkut dipancing

Gambar 17 rajungan kecil yang nyangkut dipancing

Gambar 18 ikan tanda-tanda, salah satu hasil tangkapan hari ini.

Setelah umpan pancingan habis, saya memutuskan untuk kembali ke dermaga barat. Hari masih pukul 17.00 WIB. Sesampai di dermaga, hal yang paling bisa dilakukan adalah berbengong-bengong ria, memperhatikan wisatawan dan wisatawati lokal yang sedang menunggu kapal ojeknya masing-masing. Saya yang pergi dengan kapal Feri tidak terikat janji untuk naik ke kapal tertentu. Wah kok bisa, nah begini ceritanya. Bila kita menyeberang dengan kapal ojek (misalkan dengan kapal ojek A) maka sang pemilik kapal akan menarik ongkos pulang pergi. Jadi kita pergi dengan kapal A maka pulang juga harus dengan kapal A. Uniknya disini faktor kepercayaan (saling percaya antara penjual dan pembeli) menjadi hal yang sangat di junjung tinggi karena sang pemiliki kapal menarik ongkos kapal pada saat perjalanan pulang. Jadi bila ada yang curang yaitu pergi dengan kapal A (tidak bayar) kemudian pulang dengan kapal B dan bayar 1 perjalanan  bisa saja terjadi. Sebagai orang yang bermartabat ya sebaiknya kita juga tidak berbuat curang terhadap mereka-mereka yang telah memberikan kepercayaan kepada kita. Namun lain halnya bila kita membayar langsung untuk satu kali perjalanan maka pada saat pulang kita tidak terikat perjanjian apapun. atau bila kita naik kapal besar (feri) yang sudah pasti menarik ongkos untuk satu kali penyeberangan.

Ketika itu saya bertemu dengan kapal putri ayu (nama kapalnya bagus tetapi kapalnya butut banget hehehehehehe, (peace)), yang kebetulan saya kenal dengan kaptennya. Akhirnya saya diajak ikut kapal putri ayu untuk kembali ke tanjung pasir dengan gratis.

Gambar 19 dermaga barat pulau Untung Jawa

Gambar 20 kapal putri ayu meninggalkan dermaga barat pulau untung jawa

Gambar 21 penahan ombak sisi barat pulau Untung Jawa

Benar-benar pengalaman berlibur yang menyenangkan dengan biaya total kurang dari 50.000 rupiah sudah bisa mancing dan bersantai di pulau seribu khususnya pulau untung jawa. Nikmat bertambah karena pergi gratis dan pulang juga gratis, Oleh sebab itu saya putuskan kali ini untuk menulis sedikit ulasan tentang pulau Untung Jawa yang dihuni oleh penduduk yang ramah dan bersahabat. Semoga dengan tulisan dan gambar-gambar kecil ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan wisatawati ke pulau ini, sehingga bisa menambah pendapatan penduduknya. Oya, bagi yang hendak bermalam, di pulau ini juga tersedia penginapan berupa homestay atau kos-kosan. mengenai harganya saya kurang tahu karena saya sendiri belum pernah menginap, kecuali dipulau rambut karena ketinggalan kapal.

Selamat berwisata dan Peace

Posted on April 15, 2012, in Wisata and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. wewww….rada gak jernih yah pak pantai untung jawanya?

  2. total biaya berapa?

    • O, iya belum selesai nulisnya, totalnya kemarin habis : Rp 10,000,- bensin + Rp, 10.000 parkir, kapal gratis kalo bayar Rp 20.000, pp, udang hidup buat mancing Rp, 5000,-. jadi total + kapal : Rp, 45.000,- kemarin krn kapal pergi dibayarin sama ibu2 (bantu nguli) dan pulangnya numpang di kapal milik teman jadi cuma habis 25.000 saja plus 5 ekor ikan tanda-tanda.🙂, thank dah comment

  3. Wuihhhh..mantap banget jjl nya..tips yg ok utk jjl2 murah meriah batin pun tenang hehehe..

  4. kapan2 saya mu ajak ayang mikha tambayong buat maen kesini dah..

  5. Hahahhaa gak ikutan dugem aj pak sama anak2 alay ibukota jakarta?? Coba ikutan dugem aja, pasti gak bakalan dimandiin air laut gratis sama si orang kaya yang punya kapal Yact,,,, hahaha btw nginap semalam di pulau rambut gimana tuh pak?? iiihhhh serem!!!

  6. Pantainya jelek yahhh…. airnya masih kotor,,,, tp BTW selamat pak pancingnya udah di kembalikan ga jadi bahan sitaan lagi😀

  7. waaahhh,,mantaaapp pa ju liburannyaaa,,
    anak mesin nanti main2 kesitu,,biayanya gak buat kantong jebol….

    • Wah asyik, kapan?…. kabarin ya, kebetulan aku perlu bantuan kalian untuk sama-sama kita bantu penduduk pulau untung jawa bersih-bersih pantainya. hehehehehehehe
      MESIN JAYA !!!

  8. mantaap ya waaah kebetulan ane nanti ad recana ksna tgl 24-25 mau berkemah riang sembari memancing heheh mancing mania mantaaaap

  9. ya kalo ad yg mau barengan tunggu aj di untung jawa kta berkemah bareng2 gmn

  10. Tulisan yang sangat menarik dan seru. Dulu waktu masih mahasiswa saya juga suka melakukan perjalanan gaya seperti ini. Sekarang juga terkadang masih suka muncul keinginan seperti itu. Cuma karena sudah berkeluarga dan usia sudah tidak muda lagi keinginan tersebut tinggal hayalan saja.

    Sekarang saya punya keinginan untuk jalan-jalan ke pulau-pulau di kep. 1000 dengan tujuan utama memancing seperti Mas Djukarna lakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terwujud.

  11. assalamualaikum Mas Djukarna, boleh nanya Mas ?, klo bulan juni – juli sekarang ini lautnya bagus ga Mas ?, dan apakah ada update mengenai biaya perjalanan ke Untung Jawa ?, secara Mas Djukarna sering ke Pulau Untung Jawa hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: