Arsip Blog

Nostagia Exa Tech

“Bingung?????, apa ExaTech, ………….. OK aku jelaskan,”

Exa Tech, adalah tempat kerja ku dulu, suatu tempat kerja yang kecil, tapi sarat dengan pengetahuan dan teknologi. Exa Tech bergerak di bidang pengembangan alat peraga untuk Sains khususnya untuk Fisika. Awal mula menempati ruko kecil di karawaci, kemudian pindah ke Serpong dan akhirnya melebur ke dalam STKIP Surya. Aku sangat merindukan masa-masa kejayaan Exa Tech, dimana kita bebas untuk berekspresi dalam hal sains, bisa bekerja 24 jam tanpa ada aturan birokrasi yang sok mengatur dan menjadi batu sandungan untuk maju dan belajar. (“Oh…. please, biasanya inspirasi akan hadir pada tengah malam di saat kesunyian mencekam dengan ditemani oleh suara jangkrik, tidak seperti sekarang ini, masuk jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore, benar-benar seperti robot”).

Baiklah….. daripada kita terus mengoceh lebih baik kita kilas balik ke beberapa proyek Mestakung Exatech yang sudah menjadi kenangan manis. Berikut beberapa file dokumentasi alat peraga yang pernah dibuat oleh ExaTech.

(Apalagi proyek Mestakung????……… proyek Mestakung adalah suatu ungkapan yang kami buat pada masa itu untuk menyebut pekerjaan-pekerjaan yang orang lain anggap mustahil, tapi bagi kami itu merupakan tantangan yang menarik untuk diselesaikan. Mestakung sendiri ungkapan yang diciptakan oleh Prof Yohanes Surya yang artinya seMESTA menduKUNG. Inti dari mestakung adalah bila kita bekerja keras tanpa kenal menyerah maka semua kekuatan akan mendukung kita untuk maju).

Hampir semua proyek Exa Tech adalah proyek mestakung. Beberapa orang menganggap tidak mungkin untuk menyelesaikan proyek tersebut tetapi bagi kami pada waktu itu, tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan didukung penuh oleh atasan yang mengerti dan bervisi sama.

Proyek-proyek ini kami kerjakan dengan tidak mengenal jam kerja robot (masuk jam 8 pagi dan  pulang jam 5 sore), tetapi kami kerjakan dengan bebas. Bisa masuk jam 6 pagi, pulang juga jam 6. bukan jam 6 sore tapi jam 6 pagi berikutnya. dan masuk lagi jam 3 sore dan pulang jam 5 sore berikutnya. Kerja yang bebas tetapi juga bertanggung jawab. Akses internet tanpa blokir kiri atau blokir kanan, (Youtube diblokir, Facebook diblokir, download software apalagi diblokir, tapi kok situs porno bisa lolos hehehehehehe, lama-lama tak hijack juga nih)  tetapi kita jaga bersama, dan tidak lupa ketersediaan kopi, kue dan makanan yang berlimpah disekitar kita, hehehehehe. (loh kok ngoceh lagi,….. udah-dah stop, entar ada yang kupingnya merah)

Ok beberapa file yang berhasil ditemukan sebagai berikut

1. Pembuatan Brandl generator untuk Museum Listrik dan Energi Terbarukan TMII

Ide untuk membuat alat ini awalnya asal nyeplos saja. Waktu membuat proposal penawaran kita belum tahu apakah alat ini bisa dibuat atau tidak. Kita cuma mengetahui bahwa magnet yang bergerak bolak – balik dalam kumparan akan menimbulkan arus listrik pada kumparan dan gelombang di air adalah gerak bolak – balik. Jadi dech ide generator listrik tenaga gelombang. Cuma waktu kita mau memberi nama generator Exa, ternyata di dunia sudah ada yang membuat lebih dahulu. Namanya Brandl Generator.

,Gambar 1 Miniatur sebuah prototipe Brandl Generator

brandl generator ini dilengkapi dengan rangkaian lampu LED, sehingga bila terapung di atas gelombang yang bergerak bolak – balik secara teratur bisa menyalah.

Gambar 2 akuarium untuk demo Brandl generator

Gambar 3 Mr Chai (where are u now ?) dan Mr Yoko (baca Joko) sedang memasang akuarium di museum listrik.

Dalam gambar 3 tampak 2 orang punggawa Exa Tech yang dengan tekun mengerjakan pembuatan alat ini hingga tuntas.

Gambar 4 lengkap sudah terpasang, tinggal mainkan

2. Tesla Coil

Alat yang ini menyeramkan…………, kita bermain-main dengan very high voltage. Ini adalah alat peraga yang menarik. Tesla coil pertama kali dibuat oleh Nicolai Tesla (koreksi saya kalo salah ya). Terdiri dari kumparan primer, kumparan sekunder, capasitor, spark plug dan sumber tegangan tinggi. Bila setting alatnya pas artinya terjadi resonansi yang bagus antara kumparan primer dan sekunder maka pada kapasitor bola akan timbul tegangan sangat tinggi hingga orde jutaan Volt namun arus yang timbul sangat kecil. Tegangan ini akan menimbulkan loncatan muatan listrik (elektron) di udara.

Kelihatannya mudah untuk membuatnya, tetapi waktu mengatur panjang kumparan primer dan sekunder sehingga timbul resonansi ternyata sangat sulit. Belum lagi kita harus membuat kapasitor tegangan tinggi sendiri. Benar-benar pekerjaan yang penuh tantangan, namun kaya akan pengetahuan dan pengalaman.

Begitu berhasil, kami sangat bersemangat untuk mencobanya sehingga lupa kalau radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh loncatan muatan listrik dapat merusak handphone, akibatnya korban 1 buah hp keren milik Sugi (PDA waktu itu masih sangat WAHHHHHH). Dan akibat loncatan listrik yang banyak di dalam ruang tertutup menyebabkan ruangan penuh dengan ozon (O3) yang membuat napas terasa sesak.

Gambar 5 proses pembuatan dan pengujian resonansi pada Tesle Coil ( me, Mr Sugi “kalong” & Mr Yoko)

Alat yang berbentuk seperti sorban seperti pada gambar adalah sebuah kapasitor. Sorban aluminium ini terlalu besar sehingga kami menggantikannya dengan sebuah bola kapasitor yang kecil. Perhatikan alangkah senangnya kita bekerja karena kita bebas untuk mengekspresikan diri. Bila sudah demikian waktu kerja tidak lagi menjadi perhatian, tetapi keberhasilan yang menjadi tujuan.

Gambar 6 test awal Tesla Coil

Gambar 7 test akhir Tesla Coil

Gambar 8 Tesla Coil terpasang di museum listrik TMII

3. Sepeda Wimshurst

Dari dulu saya selalu kesulitan untuk menulis Wimshurst (koreksi saya lagi kalo salah ya). Ini alat yang sempat membuat saya bingung. sudah didesain dengan struktur yang kuat sehingga tahan untuk digenjot oleh orang yang super gendut sekalipun, namun kok listrik statisnya tidak timbul. Akhirnya pertolongan datang dari Suhu Yanto Sulung Budi.Ternyata pelat mika yang kita gunakan terlalu tebal (10 mm). Akhirnya setelah diganti dengan pelat mika 3 mm, spark pun timbul dan sangat bagus sekali.

(Red: Bpk Yanto Sulung Budi merupakan seorang guru kita pada waktu itu yang banyak membagikan pengetahuannya dan keisengannya kepada kita).

Gambar 9 sepeda Wimshurst

Gambar 10 sepeda Wimshurts terpasang di museum listrik TMII

4. Generator Van De Graff

Nah kalo alat ini saya rasa tidak asing lagi bagi kita. Sebenarnya di pasaran banyak dijual. Namun kita tidak mau membeli Van De graff yang ada di pasaran karena kita mau membuat yang jauh lebih besar. Setelah mengalami banyak kegagalan, terutama akibat belt yang selalu putus, akhirnya kita berhasil membuat satu buah Generator Van De Graff yang besar yang dapat menghasilkan listrik statis yang tinggi.

Gambar 11 proses pembuatan generator Van De Graff

Gambar 12 test awal generator Van De Graff

Gambar 13 akhirnya generator Van De Graff berhasil menghasilkan muatan statik

Gambar 14 generator Van De Graff terpasang di Museum Listrik TMII

Ok nanti dilanjutkan lagi,……………… masih ada banyak alat – alat peraga yang menarik yang pernah dibuat oleh Exa Tech. Tetapi karena data yang aku miliki sangat acak-acakan, menjadi sulit untuk mengumpulkanya. Tunggu update-an berikutnya….. :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.