Arsip Blog

Flores artinya “Bunga”

Setelah hampir 1 tahun vakum, akhirnya niat untuk menulis kembali muncul. Banyak sekali pengalaman yang penulis alami selama setahun ini. Salah satunya adalah kunjungan ke pulau Flores di Nusa Tenggara Timur. Berikut ini sedikit uraian tentang perjalanan religi ke pulau Flores di NTT, selamat membaca.

Flores artinya “bunga”

Bila kita mendengar kata-kata Flores, maka secara jujur kita akan membayangkan pulau yang berisikan orang-orang yang keras dan galak, hehehehehe (maaf ya, ini pendapat ku dulu). Tetapi ternyata sangat berbeda dengan bayangan yang ada. Ini adalah salah satu surga yang jatuh ke bumi nusantara kita.

Flores berasal dari bahasa portugis yang artinya bunga. Nama ini memang sangat tepat sekali diberikan ke pulau yang indah ini.

Perjalanan dimulai dari bandara Soekarno Hatta di Cengkareng. Dengan menggunakan pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Jakarta ke Kupang NTT dengan singgah sebentar di surabaya. Tiba di bandara Eltari kupang tepat tengah malam dan saya terpaksa harus menginap semalaman di kupang, tadinya berencana menginap di bandara Eltari, namun ternyata beda sekali suasana bandara Eltari di kupang dengan di Soekarno Hatta, sangat sepi dan tidak ada orang setelah penerbangan terakhir, akhirnya saya putuskan untuk mencari tempat penginapan yang dekat dengan bandara. Besok paginya baru kembali lagi ke bandara Eltari dan perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan pesawat transnusa dengan rute kupang ke larantuka. Satu hal yang menarik adalah saya bertemu kembali dengan fokker 50 sang legenda perintis. terakhir kali saya naik pesawat ini adalah waktu kelas 2 SMA tahu 1991 dalam perjalanan dari jakarta ke bangka, masih ingat waktu itu dengan maskapai sempati dengan harga tiket Rp 90,000,- . Eh…. sekerang ketemu lagi dengan pesawat sejenis, rasanya campur aduk gembira dan haru akhirnya bisa menikmati kembali terbang dengan sang legenda perintis. (gimana ya kabar saudaranya fokker 27 ? :D). berikut beberapa foto-foto perjalanan.

1063974_10200171668517167_1428102256_o

Gambar 1 Suasana ruang tunggu bandara Eltari di pagi hari1039936_10200171668557168_181688883_o

Gambar 2 Pesawat merpati nusantara MA60 made in china1053487_10200171668477166_1942335813_o

Gambar 3 B737-900ER yang membawa ku semalam dari jakarta ke kupang sedang bersiap untuk terbang kembali ke jakarta1048456_10200171671957253_754972178_o

Gambar 4 Eltari Kupang1064917_10200171672957278_121383830_o

Gambar 5 Tidak tahu jenis apa tapi bila dilihat mirip antonov977331_10200171674557318_1446700856_o

Gambar 6 “sang legenda perintis” fokker 50 yang akan membawa ku ke Larantuka Flores1040369_10200171674797324_766445549_o

Gambar 7 bandara perintis Gewayantana di Larantuka Flores1053030_10200171674837325_1378205621_o

Gambar 8 Bandara Gewayantana dengan latar belakang gunung Ile Mandiri1039947_10200171676117357_1503234150_o

Gambar 9 Fokker 50 sedang bongkar muat1048408_10200171676397364_1850289017_oGambar 10 terminal kedatangan bandara Gewayantana

Sebenarnya acara utama di Larantuka adalah untuk menghadiri pentabisan adik kandung yang menjadi biarawati di biara PRR larantuka, Kehadiran saya diperlukan untuk mewakili orang tua yang sudah tidak ada lagi. Rasanya susah untuk dinyatakan, gembira, haru, sedih, senang semua bercampur. setalah hampir 10 tahun tidak berkumpul dengan adik ini akhirnya bisa hadir di acara penting. Satu hal yang membuat saya takut adalah saya bukan orang yang religius dan sudah lama tidak ke gereja, sekarang saya haru ke gereja dalam suatu acara penting, hehehehehe. Cuma satu yang bisa dilakukan jalani saja. hahahahahaha. Semua ini sudah berkat dari Sang pencipta kalau saya bisa hadir di sini.

setelah mendarat di Larantuka, kesan pertama adalah indah sekali. Alamnya dan lautnya yang sangat asri udara yang bersih dan suasana yang tenang dengan penduduk yang ramah. Begitu tiba di bandara, saya di jemput oleh suster biara PRR dan diantar ke penginapan biara di Weri. Tadinya saya kira Weri adalah nama biara, ternyata Weri adalah nama tempat. Biara Weri berada di kaki gunung Ile Mandiri agak ke pedalaman dan sangat tenang sekali. Biara ini dikelilingi oleh taman yang indah dan asri. Serasa semua penat, beban dan masalah hilang sejenak bila berada di lingkungan biara ini. berikut ini beberapa foto tentang biara Weri dan sekitarnya.

1048593_10200171676437365_1179670326_o

Gambar 11 pintu masuk utama biara Weri1040803_10200171680477466_803995199_o

Gambar 12 rumah retret biara Weri1040495_10200171680597469_747027046_o

Gambar 13 rumah retret biara Weri981336_10200171682157508_1202562723_o

Gambar 14 rumah retret biara Weri1053459_10200171682277511_1251687763_o

Gambar 15 taman biara Weri1053517_10200171680677471_622175323_o

Gambar 16 jalan menuju ke biara Weri dikaki gunung Ile Mandiri1025737_10200171683677546_637888996_o

Gambar 17 Pemandangan laut dari belakang biara Weri1039780_10200171683437540_1351897118_o

Gambar 18 gunung Ile mandiri, jalan ke biara Weri 980267_10200171606875626_316104690_o

Gambar 19 Taman di biara Weri1039753_10200171607195634_381603768_o

Gambar 20 Aku suka bunga ini, :)

1048348_10200171609555693_273574480_o

Gambar 21 rumah retret1064245_10200171613715797_2023695096_o

Gambar 22 Elang laut 1064661_10200171611675746_1143940879_o

Gambar23 pos jaga biara Weri1048589_10200171609395689_1130829500_o

Gambar 24 bunga apa ini ?1052503_10200171614715822_932386069_o

Gambar 25 rute jalan salib di biara Weri1040017_10200171617275886_25022750_o

Gambar 26 Rute jalan salib biara Weri1040586_10200171617155883_996658677_o

Gambar 27 Rute jalan salib biara Weri1064035_10200171618475916_1745853746_o

Gambar 28 Rute jalan salib biara Weri

Acara pertama sudah pasti ketemu dengan adikku, senang sekali bisa bertemu di tengah-tengah komunitas mereka dan mendengar cerita mereka tentang pengalaman hidup suster-suster ini dalam melayani masyarakat dan menemukan jalan iman mereka. Biara pusat PRR terletak di tepi pantai, berikut beberapa foto pantai belakang biara.

1015011_10200171677877401_1259566880_o

Gambar 29 paling kanan adik ku suster Maria Angelina Jelina Djapri1014643_10200171677637395_302775079_o

Gambar 30 pantai di belakang biara pusat PRR858826_10200171677797399_1243406581_o

Gambar 31 pantai dibelakang biara pusat PRR

Setelah acara pentabisan suster, saya lebih banyak jalan-jalan keliling kota larantuka. Kota ini tidak terlalu besar cuma banyak sekali terdapat biara dan gereja. beberapa foto hasil jepretan sang veteran nokia 5630 dapat dinikmati. monggo….

1048887_10200171685477591_1692881610_oGambar 32 Pantai Weri

1015717_10200171685677596_198236340_oGambar 33 Pantai Weri

978033_10200171601355488_364858418_oGambar 34 Pantai Weri

965265_10200171603675546_1432051879_oGambar 35 Pantai Weri

1052512_10200171603315537_1026323809_oGambar 36 Teman kecil ku, lupa siapa namanya.

416485_10200171604435565_688883698_oGambar 37 Pantai Weri

1049205_10200171604595569_567689104_oGambar 38 Pantai Weri

1009184_10200171621795999_970344282_oGambar 39 Pantai besar

1015793_10200171623916052_525777668_o

Gambar 40 pantai besar

965971_10200171626596119_1265544879_o

Gambar 41 gunung Ile Mandiri

1040504_10200171627156133_1901599571_o

Gambar 42 gunung Ile mandiri

1039912_10200171629756198_135001789_o

Gambar 43

1048157_10200171630836225_88231784_o

Gambar 44

1052774_10200171633676296_750311404_o

Gambar 45

1048869_10200171634236310_1850776688_o

Gambar 46 pulau mutiara tempat pembiakan tiram mutiara

1040848_10200171636076356_1598027310_o

Gambar 47 Pulau mutiara tempat pembiakan tiram mutiara

1048586_10200171635716347_1945211403_o

Gambar 48

1052386_10200171648516667_1977099674_o

Gambar  49 rumah asli flores

965645_10200171650116707_426717642_o

Gambar 50 Pantai Lato

1040629_10200171650036705_2126095336_oGambar 51 Pantai Lato

1064810_10200171650076706_1779623167_oGambar 52 Pantai Lato

1009170_10200171652996779_655648394_oGambar 53 Pantai Lato

1040022_10200171653076781_1678035414_oGambar 54 Pantai Lato

1053412_10200171654556818_265145334_oGambar 55 Pantai Lato

1052904_10200171654876826_1447871172_oGambar 56 Pantai Lato

1009435_10200171657516892_317074384_oGambar 57 Pantai Lato

1048856_10200171657596894_1939499500_oGambar 58 Pantai Lato

1039925_10200171657556893_2085231602_oGambar 59 Pantai Lato

1040431_10200171659516942_239967293_oGambar 60 Pantai Lato

1040631_10200171659436940_1703081700_oGambar 61 Pantai Lato

1009153_10200171664117057_931410357_o

Gambar 62 ruang tunggu bandara Gewayantana

Kurang rasanya waktu seminggu untuk menjelajahi flores, yang pasti saya akan kembali ke sana !.

Trip ke Pulau Pramuka

Trip kali ini dimotori oleh Pak Dody dari Jurusan Kimia STKIP SURYA. Jauh-jauh hari trip ke pulau Pramuka sudah direncanakan. Rencananya kita akan jalan-jalan, snorkeling dan mancing di pulau Pramuka di kepulauan seribu. Tim akan berangkat dari pelabuhan baru Muara Angke dengan menggunakan kapal cepat KM Kerapu. Kali ini trip beranggotakan Pak Dody, Pak Jong, Randy, Tria dan Saya sendiri. Berikut penampakan para anggota trip.

 

Gambar 1 peserta trip dari kiri atas : pak Dody, pak Jong, Randy, Tri dan saya sendiri (catatan: itu bintang laut cuma dipinjam buat foto-foto, setelah itu dilepaskan kembali ke habitatnya dalam keadaan sehat walafiat) Sumber Foto : N01 sd 4 dari DSLR pak Jong yang saya ambil dari koleksi foto FB pak Jong (mohon ijinnya) dan gambar no 5 dari Nokia 5630 saya

Ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal lebih dekat tentang pulau Pramuka. Pulau Pramuka adalah salah satu pulau yang dihuni oleh penduduk. Secara geografis pulau ini terletak di 5°44’45″lintang selatan dan   106°36’48″bujur timur. Pulau pramuka, di sebelah timur, utara dan selatan  berbatasan langsung dengan laut jawa, di sebelah barat terdapat pulau panggang yang juga berpenghuni. Pulau pramuka adalah pusat administrasi untuk daerah kabupaten kepulauan seribu. Dulu pulau pramuka disebut pulau Elang. Letak pulau pramuka dalam peta dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini.

Gambar 2 letak pulau pramuka di dalam peta kepulauan seribu

Pulau pramuka terletak cukup jauh dari pulau jawa. Pulau ini termasuk ke dalam kepulauan seribu utara. Karena posisinya yang cukup jauh maka pelayaran dari dan ke pulau ini hanya ada di pagi dan siang hari. Dalam gambar 2 tampak rute yang ditempuh oleh Km Kerapu zona 2. Kapal cepat ini melayari rute dari pelabuhan muara angke (kaliadem) – pulau Untung Jawa – pulau Lancam – pulau Pari dan berakhir di pulau Pramuka.

Pada gambar 3 berikut ini kita dapat melihat posisi pulau pramuka yang berdekatan dengan pulau panggang.

Gambar 3 gugusan pulau di sekitar pulau Pramuka

Pulau Panggang yang terletak di sebelah barat pulau pramuka terlihat cukup unik, karena di pulau ini terdapat Laguna, mungkin pulau Panggang termasuk juga salah satu jenis Atol, namun jika dilihat dari ukurannya sepertinya masih terlalu kecil. Atol adalah sejenis pulau koral yang mengeliling sebuah laguna baik menyeluruh atau hanya sebagian saja. Di lain kesempatan penulis akan mengeksplorasi pulau panggang ini. Gambar 4 berikut ini menunjukkan peta pulau pramuka.

Gambar 4 Pulau pramuka dilihat dari udara

Cerita dimulai pada hari jum’at 4 Mei 2012

Pada hari ini Sepertinya Pak Dody sangat sibuk mendaftar siapa saja yang hendak berangkat ikut ke pulau Pramuka. Rencananya mereka akan berangkat bareng dari rumah pak Dody ke Pelabuhan baru Muara Angke. Karena saya pergi sendiri dari rumah ke pelabuhan, maka saya tidak ikut bersibuk-sibuk ria bareng pak Dody dan tim. Sore harinya pak Dody memastikan ke saya bahwa timnya sudah siap berangkat.

Jum’at malam setelah pulang kerja, saya langsung menyiapkan semua peralatan mancing, hehehehehehe yang  ini hukumnya wajib, walaupun belum tentu di sana bisa mancing. Setelah semua beres, langsung tidur, lengkap dengan alarm yang disetel pada pukul 4 pagi.

Pukul 04.00 – 08.00 WIB

Tepat pukul 04.00 alarm sukses membangunkan saya dari mimpi. Bangun tidur langsung ambil handuk ke kamar mandi dengan niat mau mandi, tetapi begitu kena air, langsung niat mandi batal diganti dengan gosok gigi saja. Tepat pukul 04.20, saya sudah meluncur dengan Vixion tersayang ku ke arah jakarta. Sesampai di Jakarta, singgah sebentar ke POM Bensin untuk isi pertamax dan menguras sedikit ATM untuk biaya jalan-jalan.

Pukul 05.15, motor masuk ke kawasan Muara Angke, seketika itu juga bau khas muara angke tercium dan membuat semua syaraf-syaraf di otak sadar 100%. benar-benar obat anti ngantuk yang paling mujarab. Pukul 05.30 sudah siap mengantri tiket di pelabuhan. Pengunjung yang akan pergi ke kepulauan seribu pada hari ini ternyata banyak sekali. Banyak di antaranya yang harus kecewa karena sudah tidak kebagian tiket kapal lagi, tepat pada pukul 05.45 antrian tiket sudah ditutup.

Langsung SMS pak Dody, dan ternyata beliau dan rombongan masih terjebak macet di jalan. Pukul 07.00 Loket karcis dibuka. Perlahan dan pasti antrian karcis mulai bergerak satu persatu untuk membeli karcis, namun pak Dody dan TIM belum juga sampai di pelabuhan. Benar-benar mengkhawatirkan, hehehehehe, saya hanya berpikir untuk mundur ke antrian paling belakang supaya bisa menunggu pak Dody dan Tim. “Save by the bell“, tepat pada giliran saya untuk masuk membeli tiket, rombongan Pak Dody datang dan langsung ikut antri beli tiket. Tiket kapal cepat ini memang agak rumit penjualannya, kita tidak bisa membeli tiket lebih dari 1, jadi walaupun rombongan, tetap semua anggota rombongan harus ikut menunjukkan batang hidungnya ke si penjual tiket. Mungkin ini bentuk antisipasi terhadap calo.

Pelabuhan muara angke (kaliadem) adalah pelabuhan baru yang dibuat khusus untuk melayani penyeberangan dari dan ke kepulauan seribu. Letak pelabuhan kaliadem ini cukup terpencil di perkampungan nelayan. Gambar 5 adalah dermaga pelabuhan kaliadem.

Gambar 5 dermaga pelabuhan Muara Angke yang baru (pelabuhan kaliadem)

Setelah mendapatkan karcis, rombongan masih harus menunggu. Tepat pukul 08.00, petugas pelabuhan langsung mengabsen penumpang satu persatu untuk naik ke kapal sesuai dengan zona yang tertera di dalam tiket. Gambar 6 adalah foto KM kerapu 6 yang akan kita tumpangi untuk menuju ke pulau Pramuka.

Gambar 6 KM kerapu 6

Setelah semua penumpang masuk ke kapal, maka kapal pun bergerak perlahan keluar pelabuhan muara angke menuju laut lepas.

Pukul 08.00 – 09.30 WIB (kerapu yang meloncat-loncat)

Tepat pukul 08.15  KM Kerapu bergerak keluar dari pelabuhan. Kapal ini memiliki ukuran yang kecil, tetapi dilengkapi dengan 2 motor tempel YAMAHA dengan tenaga yang cukup besar sehingga bisa dibayangkan begitu throttle di tarik ke posisi penuh, maka haluan kapal akan terangkat dan kapal melesat dengan sangat cepat dipermukaan air. Bila kondisi laut cukup baik, akan terasa sangat menyenangkan, tetapi bila kondisi laut bergelombang, maka kapal ini akan meloncat-loncat di permukaan air. Kondisi ini mengingatkan saya kepada ikan terbang yang suka berenang cepat dan meloncat-loncat di atas permukaan air. Gambar 7 adalah dashboard KM Kerapu 6.

Gambar 7 Dashboard KM Kerapu 6

Pukul 09.30 – 10.30 WIB

Rombongan kami sampai di pelabuhan pulau Pramuka pada pukul 09.30. Setelah kapal merapat ke pelabuhan, satu per satu penumpang turun dari kapal. Kami berjalan menuju ke kantor penjualan tiket dan menunggu Mbak Wiwid sang juragan homestay yang sudah dipesan oleh Tria sebelumnya. Tidak menunggu lama, mbak Wiwid pun muncul dengan senyum khas penduduk pulau pramuka yang ramah menyambut kedatangan kami. Kami di antar ke homestay yang cukup bagus dan sepertinya baru selesai dibuat.

Homestay ini terbilang sangat murah disewakan dengan harga Rp 300.000,- per malam. Di depan Homestay langsung berhadapan dengan pantai. Sayang sekali pantai di depan homestay ini kotor oleh sampah yang dibawah arus laut. Saya langsung melihat kondisi pantai dan ternyata banyak ikan-ikan kecil, lumanyan bisa dipancing untuk pemanasan sambil menunggu makan siang disiapkan. Berikut ini foto-foto pantai di depan homestay yang diabadikan oleh Pak Jong.

Gambar 8 jalan blok yang cukup rapi di depan homestay

Gambar 9 burung elang laut yang melintas di depan homestay berhasil difoto oleh pak Jong

Gambar 10 laut tepat di depan homestay

Suasana di sini sangat tenang sekali. hanya ada suara desiran angin laut yang berhembus sepoi-sepoi. Saya langsung menyiapkan pancing tegeg. Dengan menggunakan umpan kecoak laut yang didapat dari celah-celah batu. Acara memancing pun di mulai. Lemparan pertama langsung disambar ikan kecil (lihat foto).

Gambar 11 saya dan Tria sibuk mencari kecoak di celah-celah batu

Gambar 12 ikan kecil yang memakan umpan, seperti enak kalo digoreng.

Gambar 13 melepas kail dari mulut ikan, tadinya ikan ini mau dipotong untuk dijadikan umpan, cuma karena memang sudah mulai pikun, ikan malah dilepas lagi ke laut.

Tidak lama menunggu makan siang pun datang. Lauk yang dihidangkan cukup menggugah selera, ikan kembung goreng + sayur sop + telur dadar + buah jeruk. Setelah makan kita pun bersiap untuk pergi snorkeling dengan menggunakan kapal sewaan ke pulau Sepa dan Pulau bundar. Biaya Sewa kapal Rp 750.000,-, Sewa peralatan snorkeling Rp20.000,-. Sewa kapal ini cukup murah karena jarak pulau pramuka ke pulau sepa cukup jauh. Bila dilihat di peta, hampir sama dengan jarak dari pulau pramuka ke pulau jawa.

Pukul 11.00 – 18.00 WIB

Kami berkemas untuk persiapkan snorkeling. Dengan diantar mbak Wiwid kami berjalan menuju pelabuhan di mana kapal yang akan mengantarkan kami bersandar. Tidak menunggu lama, kapal pun berangkat menuju ke spot snorkeling yang bagus. gambar-gambar berikut ini menunjukkan foto pelabuhan di pulau pramuka. Walaupun namanya pelabuhan, tapi air di pelabuhan ini sangat jernih dan bersih. Saya melihatnya seperti sebuah kolam ikan raksasa dengan beragam ikan besar dan kecil hilir mudik di bawah kapal-kapal yang sedang bersandar.

Gambar 14 Air pelabuhan yang bersih dan jernih

Gambar 15 kapal bergerak meninggalkan pelabuhan

Gambar 16 Pelabuhan kapal besar di pulau pramuka, juga memiliki air yang bersih dan jernih

Perjalanan menuju ke spot tidak berjalan dengan mulus. beberapa kali kapal harus berhenti di tengah laut karena V-belt yang menghubungkan motor dengan pompa air kendor dan panas. Untung saja pada saat itu gelombang tidak terlalu besar sehingga kapal tidak terombang-ambing oleh ombak. Saya tidak melepaskan kesempatan ini untuk melempar umpan pancingan ke laut dan benar saja umpan disambar oleh ikan kurisi. Sayang sekali mesin kapal cepat diperbaiki sehingga acara memancing selesai. berikut beberapa foto pada saat kapal berhenti karena masalah dengan pompa air.

Gambar 17 ikan kurisi yang tertangkap

Gambar 18 melepaskan kail dari mulut ikan

Gambar 19 ikan kurisi

kurang lebih pukul 13.00 kapal sampai ke spot pulau sepa. Terumbu karang di sini sangat bagus sekali, sayangnya kita tidak ada yang membawa kamera bawa air. Terumbu karang di spot ini besar-besar dan dihuni oleh ikan yang beragam. Air laut juga cukup tenang sehingga kita dapat berenang dengan mudah. Hanya saja kita tetap harus berhati-hati karena di daerah ini banyak terdapat kawanan bulu babi.

Saya juga sempat mencoba memancing di spot ini, lumanya dapat 1 ekor kerapu ukuran kecil dan ikan kakak tua yang kemudian dilepaskan kembali ke laut. Puas menikmati spot pulau sepa, kami pun bergerak ke pulau bundar. Katanya pulau Bundar ini adalah miliki Tomi Soeharto, namun kelihatannya tidak ada aktivitas di pulau ini. Spot terumbu karang di pulau ini juga bagus. Sayangnya kita sampai di spot pada waktu yang sudah agak sore dan arus laut mulai kencang sehingga kita tidak dapat menikmati keindahan terumbu karang dengan baik.

Selesai berenang di spot pulau bundar kapal pun bergerak pulang ke pulau pramuka, hari sudah menjelang sore. Kami singgah sebentar di keramba ikan. Saya tidak tahu keramba ini miliki siapa tetapi memiliki ukuran yang besar dan terdapat sebuah restoran di atasnya. kita beristirahat sebentar di restoran sambil menikmati kelapa muda, khusus pak Dody menikmati sebotol Heineken. Berikut ini beberapa foto ikan-ikan yang terdapat di keramba.

Gambar 20 terumbu karang yang coba difoto oleh pak Jong dari atas permukaan air

Gambar 21 bintang laut biru yang diambil Randy dari dalam laut untuk foto-foto dan kemudian dilepaskan kembali ke laut

Gambar 22 Ikan hiu di dalam keramba

Gambar 23 mencoba memfoto ikan dalam keramba, tapi karena pantulan air laut, maka fotonya menjadi tidak jelas

Gambar 24 Ikan remora dalam keramba

Selesai beristirahat di keramba apung, maka kita pun pulang kembali ke pulau pramuka.

Pukul 18.00 – 21.00 WIB (supermoon at pramuka island)

Sore harinya kami habiskan dengan bersantai di homestay. Makan malam dihidangkan dengan menu yang enak yaitu : ikan cakalang bakar + cumi goreng saus tiram + kangkung goreng + sambal dan buah pisang.

Pada malam ini adalah saat bulan purnama sedang besar-besarnya. Beberapa foto bulan purnama di pulau pramuka dapat dilihat pada gambar-gambar berikut ini.

Pada kondisi purnama, dilaut akan banyak terdapat cumi-cumi. Kita putuskan untuk memancing cumi-cumi, Pak Dody berbaik hati membelikan kita umpan cumi-cumi 2 buah. Sepertinya keberuntungan belum berpihak kepada kita, walaupun sudah berpindah spot dari pantai didepan homestay hingga ke dermaga, tidak ada satu cumi-cumi pun yang menyentuh umpan kita. Akhirnya kita putuskan untuk kembali ke homestay dan beristirahat.

Gambar 25  supermoon di pulau pramuka di foto oleh pak Jong dengan DSLR

Gambar 26 supermoon difoto dari balik pohon oleh Pak Jong dengan DSLR

Gambar 27 supermoon dengan kamera hp nokia 5630

Gambar 28 supermoon dengan kamera hp nokia 5630 dengan blitz

Pukul 06.00 – 12.00 WIB

Keesokan harinya saya bangun pukul 06.00. Ternyata langit sedang mendung sehingga tidak dapat melihat sunrise. Suasana pagi ini sangat sejuk dengan udara pantai yang bertiup menyegarkan paru-paru. Untuk mengisi waktu sambil menunggu makan pagi disiapkan, saya memutuskan untuk memancing ikan-ikan kecil yang ada di pantai. Cukup banyak ikan yang saya dapat dan saya lepaskan kembali ke laut.

Sarapan pagi dihidangkan berupa nasi goreng + mie goreng + telur ceplok + teh manis rasa kolak. Selesai makan dan mandi, kami memutuskan untuk pergi berjalan-jalan keliling pulau dan mengunjungi tempat penangkaran penyu sisik.

Gambar 29 sunrise di pulau pramuka

Tempat penangkaran penyu sisik ini benar-benar diluar bayangan saya. Dalam benak saya terbayang sebuah pantai berpasir yang cukup luas yang dijaga sedemikian rupa sehingga aman dari predator telur dan tukik penyu sisik. Namun yang saya jumpai adalah sebuah gubuk dengan bak-bak plastik di dalamnya mirip tempat penjualan ikan hias.(lihat foto)

Menurut saya ini bukan tempat penangkaran penyu, tetapi lebih mirip sebuah ruang pamer penyu sisik. Di dalam beberapa ember terdapat tukik-tukik kecil yang baru menetas, yang membingungkan saya, sedikit sekali tukik-tukik yang menetas. Padahal kondisi di alam, telur penyu dapat menetas 100% dan bila dipindahkan ke tempat penetasan biasanya 80% telur dapat menetas. Sekali bertelur, penyu dewasa dapat menghaslkan 800 hingga 1000 butir telur. Kemanakah telur-telur yang lainnya?, apakah tidak menetas?, atau memang jumlah telur yang dihasilkan sedikit?. Tapi rasanya tidak mungkin penyu bertelur hanya sedikit.

Saya sempat bertanya ke pemilikinya, kapan penyu-penyu ini akan dilepas ke laut. Dengan nada tinggi dan emosi dia menjawab semua penyu akan dilepas ke laut, yang dibesarkan disini hanya penyu yang cacat saja. Ha…………… gubrak. galak amat. benar-benar jawaban yang dangkal dan mengada-ada. Saya tidak yakin kalau tukik yang dilepas ke laut setelah dipelihara selama beberapa hari dengan tangan manusia bisa bertahan hidup dilaut lepas. Kenapa?, karena insting untuk bertahan hidupnya tidak terbentuk. Terus tolong jangan remehkan hewan yang cacat. hewan cacat akan menemukan cara bertahan hidupnya sendiri dan bila dia harus mati, maka dia mati sebagai makan untuk predator yang lebih tinggi. Bukan karena campur tangan manusia. Justru campur tangan manusia ini akan merusak keseimbangan alam.
Pada kesempatan lain akan kita bahas cara penangkaran penyu yang benar menurut WWF.

Gambar 30 Tukik penyu sisik

Gambar 31 anak penyu sisik

Gambar 32 Tukik yang baru menetas

Gambar 33 penyu dewasa

Selesai berkeliling pulau, kami singgah ke loket penjualan tiket KM kerapu. Ternyata tiket sudah habis terjual. Akhirnya terpaksa kita pulang menggunakan kapal ojek KM Dolphin. Tiket Dolphin kita pesan langsung ke Mbak Wiwid.

Setiba di homestay, kami langsung berbenah untuk persiapan pulang. Tidak lupa juga membayar semua biaya trip ke mbak Wiwid. Biaya yang dikeluarkan adalah :

1. Sewa homestay                               : Rp. 300.000,-

2. Sewa kapal                                        : Rp. 750.000,-

3. Sewa alat snorkeling                     : Rp. 100.000,-

4. Makan 3 kali                                     : Rp. 300.000,-

5. Tiket Kapal dolphin@30.000   : Rp. 150.000,-

Total biaya trip adalah                      : Rp. 1.600.000,-

biaya tersebut dibagi 5 jadi kurang lebih 1 orang mengeluarkan Rp. 320.000,- diluar biaya KM kerapu. Liburan yang murah dan meriah.

Pukul 13.00 – 16.00 WIB (perjalanan pulang ke pulau jawa)

Pukul 12.00 kami berangkat ke pelabuhan untuk naik kapal dolphin. Kapal dolphin ini terbuat dari kayu dengan ukuran yang cukup besar. Pukul 13.00 kapal berangkat meninggalkan pulau pramuka menuju ke pulau jawa. Ombak pada hari ini tidak besar dan cendrung tenang. perjalanan dari pulau pramuka ke pulau jawa ditempuh dalam waktu 3 jam.

Gambar 34 Kabin KM Dolphin

Ketika mendekati pulau untung jawa, saya sempat naik ke atas kapal untuk mengambil beberapa gambar.

Gambar 35 Pemandangan dari atap KM Dolphin, tampak di kejauhan pulau rambut dan pulau untung jawa

Gambar 36 penumpang di atap KM Dolphin

Gambar 37 tampak di kajauhan pulau Onrust

Gambar 38 Tampak di kejauhan pulau Ayer

Gambar 39 pulau sakit

Gambar 40 kapal mendekati pelabuhan muara angke yang lama

Terima Kasih untuk semua anggota tim yang telah ikut trip ini, semoga di kesempatan lain kita bisa jalan-jalan bareng lagi. Terima kasih juga atas foto-foto dari pak Jong. Selamat membaca.

Jalan-Jalan murah ke pulau Untung Jawa di kepulauan seribu

Sabtu, 14 April 2012

Beberapa hari sebelumnya, teman sesama dosen mengajak saya untuk ikut ke pulau pramuka di kepulauan seribu. Tawaran yang sangat menarik, tetapi karena kondisi keuangan yang sangat memprihatinkan, maka dengan berat hati terpaksa tawaran tersebut ditolak. Menolak tawaran yang sangat mengiurkan, tentu saja menimbulkan perasaan yang sangat tidak enak, apalagi membayangkan pulau pramuka yang indah lengkap dengan tempat penangkaran penyunya. Untuk mengobati rasa tidak enak ini, maka saya memutuskan untuk pergi mancing di bagan ikan saja di tanjung pasir.

Sabtu pagi saya terbangun jam 4.30 pagi karena azan subuh yang dikumandangkan di masjid di komplek perumahan. Namun karena mata masih sangat mengantuk, akhirnya tidur pun dilanjutkan dengan niat untuk bangun jam 5.30. Namun ternyata saya terbangun pukul 9.00, itupun berkat teriakan tukang sampah yang menagih iuran bulanannya.

Semua rencana mancing di bagan bubar total, tapi semangat untuk jalan-jalan tetap ada. Jalan-jalan yang dimaksudkan bukan jalan-jalan seperti yang biasa dilakukan orang-orang di mall, karena bagi saya itu merupakan hal yang paling membosankan. Rekreasi yang paling menarik adalah pergi ke laut dan melempar pancing (mancing). Cuma dengan uang yang lagi pas-pasan sangat berat rasanya untuk bisa pergi mancing ke tempat yang sudah pasti ada ikannya seperti kolam pemancingan (maaf di sini bukan kolam pemancingan air tawar, tapi empang bandeng dan kakap.) Buat mancing di empang bandeng kita harus siap dengan dana minimal sebesar Rp 100.000,- karena paling sedikit kita bisa menarik ikan sebanyak 2 kg bandeng yang harga per kgnya mencapai 25000 – 30.000, bayangkan kalo lagi asyik-asyiknya mancing tanpa kita sadari kita sudah menarik 5 kg bandeng, berapa rupiah yang harus di bayar, trus ikan bandeng sebanyak itu mau diapakan? hehehehehe. Apalagi kalo ikan kakap putih, wah….. kelas orang kaya, perkilonya paling murah 80.000,-.

Kenapa gak mancing di kolam ikan mas atau bawal saja, jawabannya sederhana tidak menarik karena ikan air tawar gede badannya doang, tapi perlawanannya tidak ada. hehehehehe, belum lagi di kolam-kolam ikan galatama erat hubungannya dengan pasar taruhan (judi) + asap rokok + pembicaraan yang tidak sehat. Akhirnya setelah berhitung dengan dana, maka diputuskan untuk jalan-jalan ke pulau Untung Jawa, disini tempat yang biasanya saya memancing dan makan ikan bakar. hampir tiap sabtu bila tidak ada acara pasti saya datang ke pulau ini sekedar untuk mancing atau bersantai, tapi karena hari ini sedang tidak ada uang, maka makan ikan bakarnya di tunda dulu.

Sekilas tentang pulau Untung Jawa

Pulau Untung Jawa merupakan salah satu dari pulau yang berpenduduk yang berada di gugusan kepulauan seribu Jakarta (padahal lebih dekat dari tangerang). Di pulau ini ada 4 buah dermaga, yang pertama dermaga barat. Dermaga barat menjadi pusat turun naiknya penumpang dari dan ke pantai tanjung pasir di Tangerang. Dermaga barat ini kondisinya cukup bagus.  Kedua dermaga tengah yang kecil, dermaga ini menjadi tempat singgah bagi kapal-kapal dari ancol dan muara karang.  Yang ketiga dermaga tengah yang besar, yang menjadi tempat sandar kapal ukuran besar, karena dermaga ini memiliki air yang cukup dalam. Terakhir dan paling sepi dermaga timur. dermaga timur ini hanya digunakan pada saat musim barat ( bulan yang berakhiran -ber), karena posisinya yang terletak dibagian timur pulau maka dermaga ini terlindung dari angin barat yang kencang. Namun karena dermaga ini jarang digunakan, kondisinya sudah memprihatinkan. Berikut peta pulau untung jawa dan posisinya di gugusan pulau seribu.

Gambar 1 posisi pulau untung jawa di kepulauan seribu

Gambar 2 posisi pulau untung jawa, pulau rambut dan pantai tanjung pasir

Gambar 3 peta pulau Untung Jawa

Pulau Untung Jawa juga merupakan pulau yang paling dekat dengan pulau jawa. Pulau ini bisa diakses melalui pelabuhan rakyat muara karang di Jakarta Utara atau bisa juga di akses melalui Pantai Tanjung Pasir (Tanjung 88) di Tangerang banten. Bila anda hendak ke pulau ini melalui muara karang, maka anda dapat menumpang kapal-kapal yang hendak berangkat ke pulau pramuka atau pulau tidung. Biasanya kapal-kapal ini akan singgah sebentar di pulau untung jawa untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Atau bila anda termasuk jenis orang yang perlente bisa menumpang kapal kerapu milik pemda DKI dari pelabuhan muara karang. (kalo saya tidak suka dengan kapal kerapu karena terlalu mewah, hehehehehe, seni berlayarnya sudah hilang). Tetapi pulau Untung Jawa akan lebih mudah diakses dari tangerang yaitu dari pantai tanjung pasir (tanjung 88). Dari pantai tanjung pasir tersedia kapal ojek dari jam 4 pagi hingga jam 19.00 malam (kalo hari libur), atau bisa juga menumpang kapal motor yang agak besar (mereka sering menyebutnya kapal feri). Jangan takut calo karena semua kapal ojek dan kapal feri memiliki harga yang sama yaitu Rp 20.000,- PP atau Rp 10.000 sekali jalan. Cuma kadang-kadang bila mereka melihat wajah-wajah baru, maka harga akan naik sedikit, tapi paling mahal ya Rp 30.000 PP. Bila anda sering ke pulau ini tidak menutup kemungkinan bisa gratis hehehehehehehe. Nah bagaimana bisa gratis?, ikuti cerita berikut ini.

Pukul 10.30 hingga pukul 13.00 WIB

Pukul 10.30 Berangkat dari rumah, tidak lupa untuk singgah ke Pom Bensin untuk isi bensin Rp, 10.000,- buat motor bebek matic ku (Vixion sedang sakit). Setalah motor mendapat jatah makan yang cukup, perjalanan dilanjutkan ke rumah makan mie bangka terdekat, dan seporsi ayam goreng kremes pun terhidang dengan ongkos Rp, 13,000, plus teh tawar (gak masuk hitungan ya).

Setelah semua siap, tepat pukul 11.30 langsung tancap gas ke pantai tanjung pasir. Perjalanan dari Citra raya ke bandara SoeTa dilewati dengan lancar, setelah masuk ke jalan yang menuju ke Desa Dragon Bay (Teluk Naga) :) , mulai macet timbul di sana-sini, bukan karena lalu-lintas yang padat, tetapi karena sekarang lagi musim kawin, dari lepas bandara sampai teluk naga, penulis menghitung ada hampir 10 titik tempat resepsi pernikahan yang dibangun dipinggir jalan hal ini yang menyebabkan lalu-lintas tersendat. Setelah melewati Desa Teluk Naga, motor pun berbelok ke kanan masuk ke jalan yang menuju pantai tanjung pasir. Jalan di sini cukup baik dan lancar, sehingga motor bisa dipacu maksimum.Tepat di dekat empang bandeng, singgah sebentar untuk beli udang buat umpan (Rp 5000). Pukul 12.30 sampailah di Kawasan pantai tanjung pasir, karena hati masih penasaran, maka saya singgah sebentar ke warung Bang Hasan (dekat depo pertamina di pelelangan ikan tanjung pasir) untuk mengecek apakah beliau sudah pergi ke bagan atau belum, dan ternyata perkiraan saya tepat, beliau sudah pergi ke bagan ikan. Akhirnya perjalanan dilanjutkan ke pantai tanjung 88 tempat kapal-kapal penyeberangan ke pulau Untung Jawa bersandar. Ongkos masuk ke pantai dan parkir motor Rp, 10.000,- (catatan : parkir di sini cukup aman dan motor bisa ditinggal menginap berhari-hari). berikut foto pantai tanjung 88.

Gambar 4 pantai Tanjung 88 di Tanjung pasir Tengerang, Banten

Ternyata, pantai ini sedang sepi dari pengunjung, atau mungkin karena saya yang datang kesiangan. Setelah berputar-putar sebentar akhirnya ketemu dengan pemilik kapal makmur jaya. Kapal ini merupakan kapal penyeberangan yang cukup besar (biasanya disebut feri), biasanya digunakan oleh penduduk pulau untung jawa untuk membawa barang belanjaan dari pulau Jawa ke pulau Untung Jawa. Ketika sedang asyik berbengong-bengong ria di pinggir pantai sambil menunggu muatan kapal penuh, tiba-tiba ada seorang ibu yang datang dengan menumpang becak motor membawa banyak sekali bahan sembako. Dengan senang hati saya membantu memuat barang-barang sembako milik ibu ini ke atas kapal. Namun kapal masih kosong dari penumpang, hanya ada saya, ibu yang bawa sembako dan 2 orang bapak-bapak, wah, alamat nunggu lama nih. Namun pertolongan segera datang, tiba-tiba datang rombongan bikers langsung ikut naik ke kapal sehingga kapal yang tadinya kosong sekarang menjadi overload, hehehehehehe, kondisi overload ini sudah biasa di sini. Karena penumpang sudah penuh, maka kapal pun langsung berangkat dengan sedikit insiden baling-baling kapal nyangkut karung bekas. kurang lebih 30 menit, sampailah kapal di dermaga barat pulau untung jawa. nah, keberuntungan kembali berpihak, ternyata ongkos kapal saya sudah dibayar lunas sama ibu-ibu yang bawa sembako tadi, lumanyan hemat Rp, 10.000,-.

.

Gambar 5 geladak kapal Makmur Jaya, salah satu kapal motor yang melayani rute Tanjung Pasir – pulau Untung Jawa PP

Pada gambar 5 terlihat geladak depan kapal penuh dengan sembako, plus 3 sepeda motor (red: sepeda motornya belum dinaikkan).

Gambar 6 kondisi laut di tanjung pasir

Kondisi laut di pantai tanjung pasir ini berair keruh, namun disini terkenal banyak ikan parinya. Tampak pada latar gambar 6 pulau rambut yang merupakan pulau konservasi alam yang banyak dihuni oleh kawanan burung dan biawak. Pulau ini sering disebut sebagai kerajaan burung. Penulis memiliki pengalaman yang kurang enak dengan pulau ini karena pernah ketinggalan kapal sehingga harus menginap sendirian selama 1 malam dengan ditemani oleh suara-suara burung dan makluk-makluk malam lainnya. Tip : untuk mencapai pulau ini bisa ditempuh dengan menyewa perahu kecil dari pulau untung jawa tapi JANGAN LUPA untuk meminta no hp pemilik perahu, supaya anda bisa mengingatkan pemilik perahu kapan harus menjemput anda kembali. Untuk masuk ke pulau ini kita harus melapor dulu ke pos jaga dan membayar restribusi (lupa berapa harganya).

Gambar 7 kapal berlayar ke pulau untung jawa

Gambar 8 kapal mendekati pulau Untung Jawa

Kurang lebih pukul 13.00 WIB kapal merapat ke dermaga barat pulau untung jawa.

Pukul 13.00 – 15.00 WIB

Setelah menginjakkan kaki di dermaga, jalan-jalan pun dimulai. Pertama-tama saya menjelajah ke arah timur. Setelah berjalan melewati pantai yang terletak di antara dermaga barat dan dermaga tengah kecil, saya sampai di dermaga tengah besar. Pantai pulau Untung Jawa masih bisa digunakan untuk berenang, cuma air yang bagus umumnya pada bulan agustus hingga bulan oktober, pada saat sekarang air berwarna hijau kecoklatan, mungkin akibat arus yang membawa air kotor dari arah jakarta. sampah-sampah plastik yang berasal dari luar pulau pun sering terlihat di perairan sekitar pantai. Hati-hati bila hendak berenang di pantai di pulau untung jawa, karena di beberapa bagian pantai masih banyak dijumpai kawanan bulu babi. Hewan laut ini tidak menyengat tetapi badannya dipenuhi oleh duri-duri berwarna hitam yang sangat tajam dan mengandung racun. Penawar racun bulu babi yang baik adalah amoniak, namun bila kondisi darurat dan tidak terdapat amoniak, biasanya orang sering menggunakan air kencing.

Kondisi air di dermaga besar ini sangat tenang, cuma air berwarna hijau ke coklatan. Tidak ada seorang pun yang memancing di sini. Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke arah timur lagi. setelah berjalan selama beberapa menit, saya sampai di dermaga timur. Kondisi dermaga timur masih sama seperti sebelumnya, di mana banyak papan yang sudah terlepas, jembatan yang menuju tengah dermaga sudah miring. Air di dermaga ini sangat bersih, banyak sekali ikan-ikan kecil yang berenang hilir mudik disekitar tiang-tiang dermaga. Hanya ada seorang bapak-bapak yang sedang memancing ikan (lihat gambar 11).  Saya memutuskan untuk mencoba memancing di sini. peralatan mancing pun disiapkan, ternyata benar ikan menyambar umpan dengan ganas, tetapi karena ikannya kecil-kecil tidak sebanding dengan ukuran kait pancing maka tidak ada satu pun ikan yang tersangkut dipancing.

Sedang asyik-asyiknya memancing, datanglah serombongan anak-anak lebai Ibukota jakarta. Dengan mirip artis, foto sini dan foto sana, tadi saya kira hanya sekedar numpang foto, ternyata mereka malah jadi betah untuk berlama-lama di dermaga, dan yang lebih mengganggu lagi ada yang bawa tape rekoder dan memasang musik dengan nyaringnya di dermaga, wah ketenangan dirusak oleh suara hingar-bingar musik. Akhirnya setelah mencoba bertahan, saya menyerah, beres-beres alat pancing dan pergi dari dermaga dengan perasaan dongkol. (kalo mau dugem ya jangan di dekat orang mancing dong, cari tempat lain, biasanya orang mancing itu mencari ketenangan batin, hehehehehe).

Gambar 9 Mercusuar sisi timur pulau Untung Jawa

Gambar 10 Dermaga timur pulau Untung Jawa

Gambar 11 dermaga timur, tempat mancing yang ideal

Dari dermaga timur perjalanan dilanjutkan ke arah timur pulau, hanya berjalan beberapa meter sampailah saya di galangan kapal nelayan. Sangat menarik untuk memperhatikan mereka membuat kapal. Tanpa mengenal gambar teknik, mereka bisa membuat kapal motor kayu ukuran besar. Walaupun ini galangan kapal, namun suasananya sangat tenang, hanya terdengar sesekali suara mesin bor dan pukulan palu pada kayu kapal. Puas melihat-lihat proses pembuatan perahu, saya melanjutkan perjalanan ke arah pantai di sisi timur. Kondisi pantai di sisi timur sangat sepi hanya ada 2 atau 3 pasangan yang sedang memadu kasih di tepi pantai, emhhhhhh memang suasananya romantis sekali. Hanya saja sangat disayangkan pantai sisi timur ini tidak terawat dengan baik, banyak sekali sampah plastik dan kayu yang bertebaran di tepi pantai akibat dibawah oleh air laut.

Pantai timur ini airnya sangat bersih dan tidak ada bulu babi, namun masih banyak ditumbuhi oleh rumput laut dan banyak terdapat karang dan batuan yang tajam, sehingga bila hendak berenang di sini harus hati-hati.

Gambar 12 homebase kapal dan bengkel kapal di sisi timur pulau Untung Jawa

Gambar 13 pantai sisi timur pulau Untung Jawa

Gambar 14 pantai timur pulau Untung Jawa

Gambar 15 pantai sisi timur pulau Untung Jawa dekat galangan kapal

Pukul 15.00 hingga pukul 17.30 WIB

Puas berjalan-jalan di sisi timur pulau, saya pun kembali ke dermaga barat. perjalanan pulang ini tidak melewati tepi pantai tapi melewati kawasan hunian penduduk. Perkampungan terlihat sepi, hanya ada beberapa warung saja yang buka, mungkin karena masih hari sabtu sehingga sepi dari pengunjung. setelah berjalan selama 30 menit, akhirnya saya sampai kembali ke dermaga barat. Kemudian saya memutuskan untuk pergi ke lokasi favorit untuk mancing yaitu di penahan ombak sisi barat pulau. penahan ombak ini berupa satu jalur beton yang dibangun di tepi pantai yang memilik lebar 1,5 meter dan pajang hampir 200 meter. Mancing di penahan ombak ini kadang-kadang kita akan mendapatkan bonus berupa mandi air laut gratis, terutama bila ada kapal besar yang lewat. Ikan di penahan ombak ini cukup beragam dari ikan-ikan hias kecil hingga ikan konsumsi seperti ikan tanda-tanda pada gambar 18.

Ternyata air laut dalam kondisi pasang naik, biasanya pada kondisi pasang naik, ikan akan sangat rakus menyambar umpan. Benar saja, baru memasang umpan langsung disambar oleh ikan kerong-kerong. tapi karena ukuran yang masih kecil terpaksa dilepas kembali ke air. Beberapa ekor ikan pun berhasil ditangkap dan masuk ke kantong jaring. Ketika sedang asyik-asyiknya memancing, kembali gangguan datang. Sebuah kapal Yact putih ukuran besar (milik orang kaya Jakarta, hehehehehe) seenaknya lewat dengan kencang pada jarak kurang dari 200 meter dari pantai. akibatnya ombak besar bergulung-gulung menerjang penahan ombak dan mandi gratis pun tidak dapat dihindari. Rasa hati sangat dongkol, kalo seandainya Nahkodanya dapat ku pegang, pasti ku jadikan umpan ikan. Mestinya dia (sang nahkoda) tahu aturan kalo melintasi dekat pantai tidak boleh sekencang itu, karena akan merusak perairan pantai.

Hasil mancing adalah 5 ekor tanda-tanda (dibawa pulang buat digoreng) dan 4 ekor kerong-kerong dilepas lagi ke laut, karena tidak bisa dikonsumsi. Ada juga seekor rajungan betina yang nyangkut di pancing, tapi sayang ukurannya masih kecil jadi terpaksa dilepas lagi, kalo saja ukurannya lebih besar sedikit sudah pasti aku rebus. hehehehehehe.

Gambar 16 rajungan tersangkut dipancing

Gambar 17 rajungan kecil yang nyangkut dipancing

Gambar 18 ikan tanda-tanda, salah satu hasil tangkapan hari ini.

Setelah umpan pancingan habis, saya memutuskan untuk kembali ke dermaga barat. Hari masih pukul 17.00 WIB. Sesampai di dermaga, hal yang paling bisa dilakukan adalah berbengong-bengong ria, memperhatikan wisatawan dan wisatawati lokal yang sedang menunggu kapal ojeknya masing-masing. Saya yang pergi dengan kapal Feri tidak terikat janji untuk naik ke kapal tertentu. Wah kok bisa, nah begini ceritanya. Bila kita menyeberang dengan kapal ojek (misalkan dengan kapal ojek A) maka sang pemilik kapal akan menarik ongkos pulang pergi. Jadi kita pergi dengan kapal A maka pulang juga harus dengan kapal A. Uniknya disini faktor kepercayaan (saling percaya antara penjual dan pembeli) menjadi hal yang sangat di junjung tinggi karena sang pemiliki kapal menarik ongkos kapal pada saat perjalanan pulang. Jadi bila ada yang curang yaitu pergi dengan kapal A (tidak bayar) kemudian pulang dengan kapal B dan bayar 1 perjalanan  bisa saja terjadi. Sebagai orang yang bermartabat ya sebaiknya kita juga tidak berbuat curang terhadap mereka-mereka yang telah memberikan kepercayaan kepada kita. Namun lain halnya bila kita membayar langsung untuk satu kali perjalanan maka pada saat pulang kita tidak terikat perjanjian apapun. atau bila kita naik kapal besar (feri) yang sudah pasti menarik ongkos untuk satu kali penyeberangan.

Ketika itu saya bertemu dengan kapal putri ayu (nama kapalnya bagus tetapi kapalnya butut banget hehehehehehe, (peace)), yang kebetulan saya kenal dengan kaptennya. Akhirnya saya diajak ikut kapal putri ayu untuk kembali ke tanjung pasir dengan gratis.

Gambar 19 dermaga barat pulau Untung Jawa

Gambar 20 kapal putri ayu meninggalkan dermaga barat pulau untung jawa

Gambar 21 penahan ombak sisi barat pulau Untung Jawa

Benar-benar pengalaman berlibur yang menyenangkan dengan biaya total kurang dari 50.000 rupiah sudah bisa mancing dan bersantai di pulau seribu khususnya pulau untung jawa. Nikmat bertambah karena pergi gratis dan pulang juga gratis, Oleh sebab itu saya putuskan kali ini untuk menulis sedikit ulasan tentang pulau Untung Jawa yang dihuni oleh penduduk yang ramah dan bersahabat. Semoga dengan tulisan dan gambar-gambar kecil ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan wisatawati ke pulau ini, sehingga bisa menambah pendapatan penduduknya. Oya, bagi yang hendak bermalam, di pulau ini juga tersedia penginapan berupa homestay atau kos-kosan. mengenai harganya saya kurang tahu karena saya sendiri belum pernah menginap, kecuali dipulau rambut karena ketinggalan kapal.

Selamat berwisata dan Peace

Jalan-jalan di pulau Lombok

Lombok bukan cabe, tetapi lombok artinya lurus

Lombok merupakan pulau kecil yang terletak di antara pulau Bali dan pulau Sumbawa atau tepatnya di koordinat 8.565°S 116.351°E, (mohon koreksi jika salah). Lombok adalah bagian dari kepulauan Sunda Lesser yang dikeliling oleh laut dan selat yang dalam. Selat Lombok memisahkan pulau Lombok dan pulau Bali yang terletak disebelah barat dan selat Alas memisahkan pulau Lombok dan pulau Sumbawa di sebelah timur. Di sebelah utara Lombok berbatasan dengan laut bali dan di bagian selatan berbatasan dengan samudra Hindia.

(peta pulau lombok sumber loneyplanet.com)

lombok memiliki banyak pantai yang indah yang layak untuk dikunjungi. Pantai yang paling terkenal adalah pantai Sengigi, oleh karena sudah terkenal, tidak akan ditampilkan fotonya, hehehehehehee. Namun bila kita menelusui jalan dari Ampenan hingga Ke pelabuhan Bangsal, maka anda akan menjumpai pantai-pantai indah lainnya. beberapa di antaranya :

1. Pantai Batu Layar

bila kita menelusuri jalan dari Ampenan kearah pelabuhan Bangsal, maka pertama-tama kita akan menjumpai satu pantai yang indah yaitu pantai batu layar, pantai ini memiliki tebing yang tinggi di sisi utaranya. dari atas tebing ini kita dapat melihat panorama alam yang indah.

Pantai batu layar di lihat dari sisi tebing

2. Pantai Pure Batu Bolong

Tidak terlalu jauh dari pantai batu layar, kita akan sampai ke Pure Batu Bolong, saat memasuki Pure ini, suasana magis sangat terasa, namun pure ini memiliki pemandangan yang indah. Dekat dengan pure terdapat sebuah pantai.

setelah melewati pure batu bolong, kita akan sampai ke kawasan Senggigi, kawasan ini sangat terkenal dan banyak di kunjungi oleh wisatawan asing atau lokal. (karena sudah terkenal, tidak akan saya foto-foto lagi hehehehehehe)

3. Pantai Malimbu 1

Lanjut…….., setelah melewati kawasan Sengigi, kita akan sampai ke pantai Malimbu 1. dipantai ini terdapat gua batu. pantai ini memiliki pasir yang berwarna hitam, kita dapat mandi, berenang atau bermain kano di pantai ini.

Lupa foto pemandangan, jadi terpaksa foto Narsis dipajang, hehehehehe

Jika ada malimbu 1 tentu saja ada malimbu 2, pantai malimbu 2 terletak setelah pantai malimbu 1. pantai malimbu 2 memiliki pasir pantai yang putih. karena insiden sopir taksi, kita tidak sempat foto-foto di pantai malimbu 2.

4. Pantai Nipah

Melewati pantai Malimbu 2, kita sampai ke pantai Nipah. di sisi utara pantai Nipah terdapat tebing tinggi yang memiliki pemandangan yang indah. banyak bus pariwisata dan wisatawan yang singgah di tebing ini untuk sekedar berfoto-fotoria.

5. Pantai Pandanan

Nah ini dia tujuan terakhir perjalanan kita, pantai pandanan, sebenarnya kita tidak  bertujuan ke pantai ini, karena pantai ini kurang terkenal dan belum terjamah oleh wisatawan. Pantai ini memiliki ombok yang cukup besar dan air yang dalam. Banyak perahu nelayan yang disandarkan di pantai ini.

6. Gili Trawangan

Gili artinya pulau kecil, di lombok terdapat 3 buah pulau kecil yang sangat terkenal yaitu gili trawangan, gili meno dan gili air. Untuk menuju ke gili – gili ini kita dapat menggunakan kapal penyeberangan dari pelabuhan bangsal. gili trawangan merupakan gili terbesar di gugusan pulau ini. di gili trawangan banyak terdapat fasilitas wisata seperti homestay, restaurant, ATM dan banyak sekali penyewaan alat2 untuk aktivitas air.

tebing nipah kita dapat melihat pulau gili trawangan dan gili meno, berikut fotonya

Dari pantai Pandanan juga kita dapat melihat pulau gili trawangan, gili meno dan gili air. bahkan kita dapat menyewa perahu nelayan dari pantai pandanan ini untuk menyeberang ke gili.

kondisi di gili trawangan sudah cukup ramai untuk sisi timur pulau namun masih cukup sepi di sisi barat pulau, 2 foto terakhir menunjukan salah satu pantai di sisi barat pulau. Di sisi barat pulau ini nyaris tidak ada wisatawan yang berenang. Kondisi air di sisi barat pulau gili trawangan sangat jernih dan tenang, hanya saja banyak sampah plastik yang berserakan di tepi pantai.

Ha…… cape juga bercerita tentang pantai di lombok. Masih banyak sekali objek wisata di pulau Lombok yang belum sempat di kunjungi. Mungkin di waktu mendatang kita lanjutkan jalan-jalan di pulau lombok.

berikut sedikit hasil jepretan camera hp di lombok, selamat melihat-lihat

This slideshow requires JavaScript.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.